Selasa, 25 Agustus 2009

Ramadhan On Line

Bulan Ramadhan memang baru saja datang menghampiri. Namun aura kemenangan dan kesucian sudah terasa di setiap batin umat muslim. Memang selain karena para iblis di kurung di bulan ini sehingga motivasi berbuat negative tidak terlalu besar lagi, bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk menambah investasi pahala kita.
Beragam cara digunakan menyambut kedatangan Ramadhan suci ini. Ketika Ramadhan telah menghampiri, aura kebahagiaan dan semangat beramal baik menyelimuti. Namun, ada fenomena menarik jika kita memperhatikan. Fenomena Ramadhan online.
Ya, bulan Ramadhan ini jika kita memperhatikan, intensitas masyarakat (terutama pelajar) yang OnLine semakin banyak dan bertambah. Lihat saja facebook. Ratusan status baru selalu ter-update di dinding facebook. Terkadang, status-status tersebut terbilang ‘so what’ status. Status-status yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Begitulah, mereka berbagi tentang apa yang mereka rasakan.
Siang hari, pengguna facebook makin merajarela. Umumnya para pengguna menggunakan waktu senggang mereka yang memang sedang menikmati masa liburan untuk online. Ada juga yang online saat sore hari. Bahkan sesudah shubuh bisa dibilang cukup banyak. Mereka berdalih menggunakan waktu sesudah Shubuh untuk online, daripada tidur. Memang, tidur setelah shalat Subuh tidak dianjurkan. Namun, menggantinya dengan kegiatan online, apakah tidak apa-apa..?
Fenomena Ramadhan online memang ironis. Ketika masjid-masjid masih sangat hangat terdengar lantunan merdu ayat suci, kita terduduk manis di depan komputer sambil membalasi pesan dari rekan-rekan kita. Memang ironis. Namun, tidak sepatutnya kita melihat suatu fenomena dari satu sudut pandang saja. Bagaimana dengan manfaatnya..?
Ramadhan online tentu tidak hanya membawa dampak negative bagi umat muslim. Jika kita jeli, ada juga dampak positif yang dihasilkan kegiatan ini. Tentu jika online tidak dipakai hanya untuk meng-update ‘so what’ status atau hal lain yang kurang berguna. Online bisa juga sebagai sarana silaturrahmi kepada rekan-rekan yang kebetulan jarang bertemu dengan kita. Selain itu, online bisa dimanfaatkan untuk mencari berita-berita bermanfaat dan juga untuk kegiatan produktif bermanfaat.
Ya, tentu semua kembali pada diri kita masing-masing. Ramadhan online, selain membawa dampak negative juga memiliki dampak positif. Namun, ketika masjid-masjid mengumandangkan seruan beribadah sementara kita malah duduk terpaku di depan layar komputer, layakkah..? (than-QSmart)

0 comments:

Posting Komentar