Jumat, 28 Agustus 2009

LDKS amQ Rame..!! Dilemparin bom air, tapi penuh makna...

Ahad, 16 Agustus 2009 pagi. Pada hari libur Internasional ini, biasanya suasana sekolah selalu sepi. Maklum, setelah selama 6 hari menuntut ilmu, hari Ahad ini biasanya dimanfaatkan untuk beristirahat full dari pagi sampe malem. Terlebih hari itu adalah hari-hari menjelang hari libur kemerdekaan Republik Indonesia. Wah, udah deh, rencana liburan sudah terbayang di angan-angan para siswa yang libur panjang.

Tapi berbeda di SMA kita tercinta, SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya. SMA kita satu ini memang selalu ada kegiatan yang berguna di saat kapan saja. Termasuk saat hari libur. Itu juga yang dilakukan OSIS SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya yang melaksanakan kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa). Acara yang dilaksanakan oleh pengurus OSIS dan MPK kelas 12 ini dilaksanakan tanggal 16-17 Agustus 2009.


“Ini adalah contoh PENDIDIKAN TERBURUK yang pernah ada..!!!”

Kalimat itu pasti terus terngiang bagi seluruh peserta LDKS tahun ini. Jangan salah sangka dulu, LDKS tahun ini terbilang cukup ramai dan berkesan. Terbukti dengan banyaknya siswa yang mengikuti acara ini. Terus kenapa ada kalimat tersebut..? Emang di LDKS ini ngapain aja sih..? Yuk, kita telusuri.
Acara yang diketuai Rizkiadi Nur Wijayadanu kelas 12 IPA-A ini dimulai pada pukul 06:00 WIB. Para peserta diintruksikan untuk berkumpul di lapangan basket untuk diperiksa kelengkapan barangnya. Barulah setelah itu seluruh peserta dan panitia berangkat menuju tempat tujuan, Cidahu.

Sampai di Cidahu, kira-kira sekitar pukul 07:45 WIB, para peserta dipersilahkan memasuki kobong yang telah disediakan. Setelah merapihkan kobong mereka masing-masing, langsung diarahkan menuju aula untuk pembukaan acara LDKS ini.

Setelah pembukaan, ada materi dari Pak Abdullah Mufti. Materi yang beliau sampaikan adalah tentang metoda Kepemimpinan. Jadi di sana dibahas tentang dasar-dasar kepemimpinan, serta hal-hal terpenting yang harus diperhatikan dalam masalah kepemimpinan. “Good Leader must can be a Good Follower..” ucap beliau dalam materinya. Itu salah satu yang sering dilupakan sistem kepemimpinan. Seorang pemimpin harus dapat menempatkan dirinya menjadi seorang anggota. Tentu pada saat-saat tertentu.

Setelah Pak Mufti, materi selanjutnya adalah Pak Dedi Sugandi, our headmaster. Beliau menyampaikan materi tentang Hizbullah vs Hizbu Syaithan. Yaitu tentang sejarah perselisihan syaithan dengan manusia, serta tipu daya mereka terhadap manusia. Ternyata, kerjasama pertama dari syaithan dan manusia adalah pada zaman Raja Namrud, yang kemudian masih berlanjut dan memiliki regenerasi hingga saat ini. Setelah materi Pak Dedi, waktunya Istirahat, Shalat dan Makan siang. Dan kemudian dilanjutkan oleh materi interaktif dari Pak Yudi. Kemudian mereka melaksanakan shalat Ashar.

Materi hari itu ditutup oleh materi dari Mr. Ben. Beliau memaparkan materi tentang Human Existence in This World. Ada 4 principle atau tingkatan manusia. Those are Star Principle, Angle Principle, Leadership Principle dan Learn Principle. Setelah selesai materi, seluruh peserta beristirahat di kobong masing-masing menyambut esok hari.

Esok harinya, saat masih terlelap dalam mimpi masing-masing, seluruh peserta dibangunkan pagi dini hari. Kali ini mereka akan menjalani petualangan di alam liar pegunungan daerah Cidahu sana. Dari sini mulai diuji mental dan jiwa kepemimpinan dari setiap siswa. Saat gelap dan penerangan dibatasi, mereka harus mampu menyelesaikan perjalanan mereka. Sempat ada masalah sedikit saat tim ikhwan nyasar lumayan jauh. Namun akhirnya mereka semua sampai di pos terakhir dan menyelesaikan perjalanan.

Sampai di pos terakhir, ternyata perjalanan masih ada. Seluruh peserta digiring menuju sebuah lapangan tanah, kemudian berbaris di sana sambil mendengarkan intruksi panitia. Nah, di sini rame-nya. Saat berbaris, peserta dilempari bom air oleh panitia. Banyak bom air yang mengenai tubuh dan wajah para peserta. Hal ini memancing emosi peserta. Ada beberapa di antara mereka berdebat dengan panitia. Hingga akhirnya suasana ini diakhiri oleh Pak Yudi. Beliau menegaskan bahwa cara kekerasan dan perdebatan ini adalah ‘Pendidikan Terburuk’ yang pernah ada. Dari perjalanan ini, dapat diambil sebuah pelajaran. “Seorang pemimpin, sekalipun dia benar, tidak akan memakai emosi..!!” ucap Pak Yudi menggetarkan hati para peserta. Akhirnya, suasana kembali tenang. Para peserta dipersilahkan kembali ke pesantren.

Setelah bersih-bersih, para peserta dipersilahkan beristirahat dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Sekitar pukul 10:00 WIB, para peserta melaksanakan out-bond beserta perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah out-bond, peserta disuguhi talk show dengan Pak In In Kadar Solihin dan alumni yang bersejarah di Amq, Kak Yogi Ahmad Fajar. Beliau adalah organisator yang juga aktif menulis. Kemarin beliau sukses mewakili Indonesia dalam Asian Youth Camp di Korea. Setelahnya, diadakan acara penutupan dan akhirnya… Go Home..!!

Acara LDKS tahun ini memang terasa sangat beda. Yah, walaupun sempat sebel juga karena dimarah-marahin panitia, namun ternyata semua itu penuh makna dan pelajaran yang akan bermanfaat bagi peserta di masa depan. Cayo deh LDKS..! Mudah-mudahan bisa mencetak kader pemimpin bangsa masa depan..!! (Fathan-QSmart)

0 comments:

Posting Komentar