Minggu, 24 Oktober 2010

Ayat Ayat Cinta



Habiburrahman El Shirazy (Penerbit Republika)
Jakarta, 2004
Fenomenal. Novel yang satu ini memang fenomenal. Menjadi salah satu novel yang paling banyak diburu di Indonesia. Bahkan diangkat menjadi sebuah film, sehingga diikuti oleh film-film lain yang diangkat dari sebuah novel. Habibburahman El Shirazy memang penulis jempolan yang memiliki ciri khas dalam setiap karya-karyanya.

Novel Ayat-ayat Cinta ini menceritakan tentang kehidupan seorang pelajar Indonesia di Universitas tertua di Dunia, Universitas Al-Azhar Kairo. Pemuda yang bernama Fahri, yang berasal dari sebuah desa di Jawa Timur, Indonesia. Dia menuntut ilmu di bumi Piramid dengan perjalanan yang bisa dibilang cukup sukses. Dia memiliki penyosokan yang sangat luar biasa di mata rekan-rekannya, terutama para mahasiswi Indonesia.
Perjalanannya di Kairo untuk menuntut ilmu sejalan dengan kisah cintanya. Seiring dengan banyaknya kesuksesan mengunjunginya, cobaan yang menerpanya semakin banyak pula. Termasuk tentang kisah perjalanan batinnya bersama cinta yang diberikan Rabbnya di Kairo ini.
Maria, seorang Koptik yang bertetangga dengannya adalah sosok wanita yang unik. Dia hafal beberapa surah Al-Qur’an di luar kepala. Salah satunya Surah Maryam. Surah yang mencantumkan namanya. Dia sangat bangga dengan namanya tercantum di surah Al-Qur’an tersebut. Dia sangat baik.
Lain lagi dengan Nurul, sosok wanita shaleha yang sangat dikagumi oleh Fahri. Nurul adalah Mahasiswi Indonesia yang berasal dari Pesantren ternama di kampungnya. Nurul adalah anak dari Pimpinan Pesantren tersebut. Dia juga merupakan ketua Wihdah, induk organisasi Mahasiswi Indonesia di Kairo. Fahri sangat mengaguminya.
Ada juga Noura, seorang gadis innocent yang sangat membuat hati Fahri iba. Dia adalah siswi Al-Azhar. Dia seringkali disiksa oleh ayahnya karena memiliki warna kulit yang berbeda dengan mereka. Suatu hari, Noura diusir oleh Ayahnya setelah disiksa di jalanan. Fahri mencoba menyelamatkannya melalui Maria dan Nurul. Hingga akhirnya Noura diketahui merupakan bayi yang tertukar dengan bayi negro yang lahir pada hari yang sama.
Terakhir adalah Aisha. Dia adalah sosok gadis misterius yang menyembunyikan parasnya di balik cadar. Fahir dan Aisha bertemu pertama kali di sebuah metro. Fahri membela Aisha yang diolok-olok para penumpang metro karena menolong seorang bule Amerika. Ternyata Aisha adalah keponakan dari sahabatnya di Turki, dan merupakan kenalan Murabbinya, Syekh Utsman Abdul Fattah.
Lika-liku perjalanannya menuntut ilmu di Kairo beriringan dengan lika-liku perjalanan Cinta yang ditakdirkan Allah swt. untuknya. Dia yang sangat mengharapkan dapat menjadi pendamping hidup bagi Nurul ternyata ditakdirkan berbeda. Dia mendapatkan anugerah cinta yang lebih indah dari Allah.
Lika-liku hidupnya tidak berakhir sampai disitu. Fahri dihadapkan dengan situasi yang sangat sulit. Dia ditimpa fitnah yang teramat keji. Membuatnya harus merasakan perlakuan tidak manusiawi dari para sipir tahanan Mesir. Membuatnya kehilangan gelar Licence dari Universitas Al-Azhar tempatnya menuntut ilmu. Tapi di sisi lain, dia menjadi lebih dewasa menghadapi kehidupan. Kehidupan yang tidak sesempit gelar. Diapun harus dihadapkan dengan situasi yang mengharuskannya melakukan poligami, hal yang sangat dia tidak inginkan. Dia harus melihat istrinya tercinta mengikhlaskannya untuk melakukan poligami.
Lika-liku kehidupan Fahri, sang mahasiswa Indonesia di Kairo dirangkai dengan gambaran kata yang luar biasa ala Kang Abik. Penulis senior ini memang terkenal sangat lihai dalam teknik penggambaran situasi melalui kata-kata yang menyihir. Membuat suasana tersebut nampak jelas di hadapan kita.
(Fathan – Qsmart)

0 comments:

Posting Komentar