Sabtu, 23 Oktober 2010

Berpetualang di Bogor..!!

Setelah melewati sekitar 6 tempat study di daerah Bandung-Jakarta, kini giliran daerah Bogor dijajal. Perjalanan menuju Bogor cukup lama. Kami berangkat dari Kedubes pukul 12.30 WIB. Kami menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Sampai di Bogor, sekitar pukul 15.30 WIB. Sampai di IPB, kami langsung disambut di Balai IPB, dan disuguhi bermacam-macam info tentang Institut Pertanian Bogor ini.



Institut Pertanian Bogor, sejarahnya, pada tahun 1941 Institut ini masih bersatu dengan Universitas Indonesia. Barulah pada tahun 1963, kampus ini berdiri sendiri dengan nama Institut Pertanian Bogor. Di kampus IPB, terdapat 9 fakultas, dan hampir semuanya adalah untuk anak IPA. Kelebihan di kampus ini adalah Fakultas Kedokteran Hewannya yang berorientasi langsung ke Rumah Sakit Hewan, yang merupakan Rumah Sakit Hewan terbesar di ASEAN. Yang menarik di IPB, setiap Departemen (jurusan) memiliki benderanya sendiri. Di Balai utama IPB terdapat 9 bendera IPB dengan warna yang berbeda-beda yang melambangkan jurusan di IPB. Oh iya, di IPB ini adalah penyumbang gelar doktor terbanyak di Indonesia.

Untuk jalur masuk IPB tahun ini, ada 3 jalur. Jalur pertama adalah USMI (Ujian Seleksi Masuk IPB) yang merupakan jalur terbanyak penerimaan, yaitu sekitar 70%. Jalur kedua adalah SNMPTN. Dari jalur ini diterima sekitar 20%. Dan yang 10% adalah dari jalur Beasiswa. Setelah selesai melakukan study di IPB, kami menyempatkan diri untuk Shalat Dzuhur dan Ashar terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Botani Square.

Setelah Shalat, kami langsung berangkat menuju Botani Square untuk makan malam dan berbelanja oleh-oleh dari Bogor. Kami sampai di BoQuare sekitar jam 7 malam. Para siswa langsung ‘berubah wajah’ dari pelajar menjadi remaja gaul. Setelah dilepas guru, para siswa langsung menyebar bersama dengan teman –teman se’Gank-nya, teman-teman sepermainan, bahkan beberapa bersama pacarnya.

Pertama, tujuan saya adalah makan malam. Ya, berhubung dari siang hari kami tidak diberi makan, saya langsung mencari tempat untuk makan. Kebetulan saya bersama Jidni, Adit, Siti Hania, Rahmatia, Qiqi, dan Bonita. Kami makan di salah satu restoran disana. Namun, Qiqi dan Bonita tidak jadi memesan makanan disana.

Setelah kenyang makan, kami keliling mall. Salah satu tujuan saya kalau ke Mall biasanya adalah Toko Bukunya. Jadi, kami pergi ke Toko Buku Gramedia disana. Yah, ternyata tidak ada buku yang sedang ingin saya beli. Jadi, kami kesana hanya melihat-lihat saja. Setelah dari toko buku, saya langsung ke toko accessories untuk membeli oleh-oleh. Kebetulan saya sudah berjanji kepada teman saya untuk membelikan suatu oleh-oleh dari sana. Jadi, saya membeli gelang untuk teman saya itu.

Kami selesai di Botani Square sekitar jam 9 malam. Setelah dari Botani Square, kami bersiap-siap untuk pulang ke Tasikmalaya. Tapi, sebelumnya kami berwisata dulu ke Puncak. Oh iya, di Bogor ini 2 teman kami dari bus 2 pulang ke rumahnya yang memang di daerah Bogor. Ada Jeihan dan Fadla. Kami berangkat ke Puncak sekitar pukul 21.30 WIB. Kami sampai di daerah Puncak dan mampir ke Masjid untuk Shalat Maghrib dan Isya sekitar jam 10 malam. Brrr… Shalat Isya di Puncak terasa sangat dingin.

Selesai Shalat, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Tasikmalaya tercinta. Di jalan, kami tertidur pulas. Bertemankan mimpi yang membuai tidur lelap kami, tak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat. Hingga akhirnya kami sampai di SMA Al-Muttaqin tercinta pada waktu Subuh, dan kami-pun langsung melaksanakan kewajiban dan nikmatnya bersujud pada Illahi pagi itu (Intinya mah Shalat Subuh..!! Hehe..). Oh iya, Subuh itu ada yang ‘pesta’ ulang taun lo… Rani dari kelas x1 ulang taun. Kebetulan dia bawa kue dari Botani Square. Jadilah pesta kecil-kecilan itu. Hehe.. Lumayan enak lho kuenya. Eh, kok malah komentar kue..?? Selamat ya buat Rani. Semoga tambah baiik dan tercapai impian yang belum tercapai taun lalu. Hehe..

Yah, 3 hari melelahkan sekaligus menyenangkan telah berlalu. Akan percuma dan sia-sia jika kita tidak mendapat apa-apa dari perjalanan ini. Apalagi mengingat orang-tua kita yang telah bersusah payah mendapatkan dana untuk perjalanan ini. Semoga saja setiap siswa tidak memandang kegiatan ini dari aspek hiburannya semata. Tapi ada pelajaran berharga yang sebenarnya mampu dipetik dari kegiatan ini. Saya sendiri jadi semakin ‘melek’ dunia Universitas karena kegiatan ini. Motivasi jadi semakin melejit untuk meraih Universitas dambaan saya. Semoga saja perasaan saya dapat tertularkan terhadap rekan-rekan lainnya. Setidaknya memiliki impian dapat membuat motivasi kita semakin tinggi untuk lebih berusaha meraihnya. Terakhir, semoga SMA Al-Muttaqin semakin eksis dalam kegiatan-kegiatan khas-nya (Intinya mah semoga taun depan ada lagi..!! Hehe).

0 comments:

Posting Komentar