Selasa, 26 Oktober 2010

From Cat Stevens to Yusuf Islam


Hermawan Aksan (mizania) Bandung, 2008

Dalam usia yang masih sangat belia, dia telah mendapatkan segalanya. Popularitas, harta kekayaan yang melimpah, ketampanan, suara emas, serta dipuja oleh banyak orang. Kegigihannya dalam bidang tarik suara telah membuatnya mendapatkan semua itu. Dia mendapatkan hampir semua yang diinginkan oleh manusia modern dalam usia yang sangat muda.


Cat Stevens, adalah seorang penyanyi legendaris pada tahun 1970’an. Dia menciptakan beragam karya populer yang sangat melegenda bahkan hingga saat ini. Jika kita mendengar nama Cat Stevens, mungkin akan langsung terlintas sebuah lagu klasik berjudul “Morning has Broken”. Lagu itu memang sangat populer olehnya. Bahkan ada beberapa orang menyangka bahwa lagu itu adalah buatannya. Padahal puluhan musisi telah merekam ulang lagu tersebut dengan suara mereka. Tapi tetap saja, image “Morning has Broken” telah erat dengan sosok Cat Stevens.

Di kala peradaban tengah tertarik dengan magnet Rock n Roll, Cat Stevens memilih lagu-lagu perdamaian dengan nada sederhana yang menggugah jiwa. Dalam setiap lagunya, dia selalu menempatkan subjek-subjek pelaku dalam lagu-lagunya sebagai seorang ‘pencari’ kebenaran. Seorang pencari hakikat kehidupan yang telah muak dengan dunia yang semakin liar. Rupanya itu tercermin dari kepribadiannya yang memang telah bosan dengan kehidupannya yang tanpa makna dia jalani. Bayang kematian selalu menghantuinya. Apa yang terjadi setelah itu? Pertanyaan itu yang selalu dia tanamkan dalam hatinya.

Hal tersebut membuatnya benar-benar menjadi sosok pencari kebenaran itu. Dia mempelajari beragam agama. Karena menurutnya, agama adalah konsep menyeluruh dalam kehidupan yang mungkin dapat membawanya kepada jawaban atas pertanyaan besarnya tersebut. Kristen, Yahudi, Hindu, hingga Budha telah dia pelajari. Namun dia selalu tidak mendapatkan kepuasan atas beragam pertanyaan yang tertanam di dalam benaknya.

Hingga pada suatu hari, dia mendapatkan Al-Qur’an terjemahan dari kakaknya. Dia mendapatkan bimbingan langsung dari kitab yang paling banyak dibaca dan dihafal oleh umat manusia seluruh dunia. Membacanya, dia bagaikan mendapat suatu pelita yang sangat terang dalam kegelapan pencariannya. Dia mendapatkan cahaya yang telah dia cari-cari semenjak lama. Sehingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat satu langkah besar yang kemudian menjadi kontroversi di dunia entertainment : masuk Islam.

Namanya berubah menjad Yusuf Islam. Kontan, ribuan media massa memberitakannya. Seorang Cat Stevens menjadi Yusuf Islam. Itu menjadi suatu santapan empuk media massa. Keislamannya dikaitkan dengan teroris, jaringan Al-Qaeda, dan lain sebagainya. Yusuf Islam hanya bisa terdiam. Dia telah mengerti sifat media massa terhadap pelaku entertainment. Dia juga dikaitkan dengan hukuman mati bagi Salman Rushdie, penulis Satanic Verses. Namun dia tetap beristiqamah dengan jalan yang telah dia pilih.

Dunia musik yang sempat dia tinggalkan, kembali dia tekuni. Namun kali ini dia berorientasi terhadap dakwah. Tangan emasnya digunakan untuk menuliskan lirik-lirik keagungan Illahi dan keagungan Islam. Dakwahnya berjalan di atas panggung. Dialah, Yusuf Islam.
(Fathan – Qsmart)

1 comments:

vie's moeslim mengatakan...

Subhanallah...http://fathanqsmart.blogspot.com/2010/10/from-cat-stevens-to-yusuf-islam.html#comments

Posting Komentar