Sabtu, 23 Oktober 2010

Kedubes Malaysia..!!

Setelah puas dengan Bandung-Depok-Jakarta, kami berangkat menuju daerah Bogor. Tapi, sebelumnya kami berangkat menuju hotel Puspitek di Serpong, Tanggerang. Kami menginap di hotel yang berada di dalam Puspitek Indonesia Serpong ini. Fasilitas disini sangat menunjang. Namun, karena dalam satu kamar yang harusnya hanya bertiga tapi dijadikan berlima, terasa kurang juga. Kami check-in ke Hotel sekitar pukul 21.00 WIB. Istirahat disana sangat nyaman. Para siswa yang dijadwalkan check-out pukul 07.00 WIB ternyata check-out sekitar jam 8 pagi. Pagi itu, kami siap meninggalkan hotel sekitar jam 8 pagi. Sebelum berangkat, kami dikumpulkan terlebih dahulu untuk melaksanakan pengarahan dan pembacaan Asma’ul Husna.



 

Ternyata, untuk tujuan selanjutnya kami tidak bisa sepenuhnya bersama-sama. Kami harus dipisah menjadi 3 bus ke Kedubes Malaysia,dan 1 bus menuju ke Sekolah Tinggi Akutansi Negara. Siswa kelas 12 dan kelas Sosial menuju ke STAN, sedangkan sisanya menuju ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Saya termasuk ke yang berangkat menuju Kedubes Malaysia.

Kami berangkat ke Kedubes, dan sampai sekitar jam 10.40 WIB. Sampai disana, kami langsung disambut oleh Bapak Darsham Daud, selaku Direktur Pejabat Promosi Pendidikan Kedubes Malaysia, Jakarta. Beliau mempresentasikan bagaimana situasi pendidikan di Malaysia sana. Itu memotivasi kami untuk tidak hanya ber-orientasi terhadap Universitas-universitas dalam Negeri saja. Namun juga memperhitungkan keadaan di luar negeri juga. Beliau turut menjelaskan bagaimana prestasi pelajar-pelajar Indonesia di Negeri Jiran sana. Itu juga sangat memotivasi kami dan semakin membuat kami ingin pergi ke Malaysia sana.

Disini kami dijelaskan 6 langkah sekolah di Malaysia. Pertama, kita harus mengirim formulir pendaftaran dengan dokumen yang relevan kepada lembaga pendidikan yang telah mendapat izin dari Kementrian Dalam Negeri untuk merekrut pelajar asing. Setelah itu, kita akan mendapatkan dokumen untuk belajar di Malaysia. Setelah menerima dokumen, Departemen Imigrasi Malaysia akan lembaga pendidikan untuk diberikan kepada pelajar. Sebelum meninggalkan Indonesia, pelajar harus memberitahu informasi tentang pelabuhan masuk, nomor penerbangan, dan waktu tanggal kedatangan kepada lembaga pendidikan. Setelah sampai di Malaysia, pelajar akan dijemput oleh lembaga pendidikan. Dalam waktu 2 minggu setelah ketibaan, lembaga pendidikan akan menyerahkan paspor pelajar ke Departemen Imigrasi untuk dilekatkan kepada stiker pas pelajar.

Disini kami cukup lama berdiskusi. Para siswa sangat ingin bertanya banyak tentang keadaan Universitas di Malaysia sana. Cukup antusias. Banyak pertanyaan terlontar dari para siswa. Namun karena waktu yang terbatas, tidak semua pertanyaan siswa terjawab. Kami keluar dari Kedubes Malaysia sekitar pukul 12.30 WIB. Lalu berangkat ke daerah Bogor untuk melakukan study di Institut Pertanian Bogor.

0 comments:

Posting Komentar