Rabu, 03 November 2010

Abu Bakar Ash Shiddiq the Successor


Abdurrahman Asy Syarqawi (ArkanPublishing)
Bandung, 2010

Suatu hari, Rasulullah saw. semakin parah sakitnya. Beliau tampak telah sangat lemah. Ketika beliau terbaring di tikar tempat tidurnya, seseorang memberitahukan waktu shalat kepadanya. Bilal mengumandangkan adzan, sedangkan beliau tampak sudah sangat lemah dan tidak sanggup mengimami shalat mereka. Kemudian beliau bersabda, “Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam kalian..”
Ya. Dialah seorang sahabat Rasulullah yang telah mencari suatu kebenaran semenjak zaman Jahiliyah. Seorang kekasih Rasulullah yang telah menjadi saudara pencari kebenaran semenjak zaman pra-kenabian, dimana orang lain terlena dengan kebodohan atas kehidupan mereka. Abu Bakar, bernama asli Abdullah bin Abi Quhaffah. Beliau telah mendapatkan gelar Ash-Shiddiq bersama dengan sahabatnya, Muhammad bin Abdullah yang mendapatkan gelar Al-Amin semenjak zaman Jahiliyah.
Keutamaannya sangat tinggi di samping Rasulullah. Dialah orang yang tiada ragu membenarkan bahwa Muhammad bin Abdullah, sahabatnya, adalah Rasul yang diutus Allah swt. untuk umat manusia. Dia adalah orang pertama yang masuk islam dari golongan orang tua.
Rasulullah saw. pernah bersabda mengenai keutamaan Abu Bakar di sampingnya. Beliau bersabda, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar. Dia menikahkan anaknya denganku. Dia membawaku ke Darul Hijrah dan membebaskan Bilal. Tidak ada harta yang lebih memberikan manfaat bagiku dan islam kecuali harta Abu Bakar.”
Begitu banyak kemuliaan Abu Bakar Ash Shiddiq. Dia adalah orang kaya yang paling dermawan di kalangan umat muslim. Pernah pada suatu ketika, Rasulullah saw. mengumpulkan zakat para sahabat. Umar bin Khattab memberikan sebesar setengah dari seluruh hartanya. Rasulullah bertanya kepadanya, “Apa yang kau sisakan untuk keluargamu?”. Umar menjawab, “Setengah dari hartaku, ya Rasulullah..”. Kemudian datang Abu Bakar memberikan seluruh hartanya. Rasulullah saw. bertanya kepadanya, “Apa yang kau sisakan untuk keluargamu, Abu Bakar?”. Abu Bakar menjawab, “Allah dan Rasul-Nya, wahai kekasihku..”
Abu Bakar juga terkenal sebagai pribadi yang selalu berlomba dalam kebaikan. Umar Ibnu Khattab pernah berkata, “Tidak ada perbuatan baik, melainkan Abu Bakar telah mendahuluiku.” Abu Bakar senantiasa memanfaatkan setiap detik dalam kehidupannya untuk selalu mengamalkan sunnah Rasulullah tercinta.
Setelah wafatnya Rasulullah saw., dia dibaiat oleh seluruh umat muslim untuk menjadi Khalifah. Pemegang tampuk kepemimpinan bagi seluruh umat muslim. Dia memegang amanah besar tersebut dengan sangat berhati-hati. Bersama Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, serta beberapa sahabat lainnya, dia seringkali berijtihad untuk menentukan hukum-hukum baru yang tidak ditemukan pada saat zaman Rasulullah.
Satu proyek besar yang dilakukan pada masa kekhalifahannya adalah pembukuan Al-Qur’an. Hal ini diawali dengan banyaknya qari’ atau penghafal Al-Qur’an syahid pada perang melawan para kaum murtad. Umar bin Khattab mengusulkan hal ini kepada Khalifah Abu Bakar. Hingga akhirnya beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk melakukan proyek agung tersebut.
Di sisi lain, Abu Bakar memimpin pasukan muslimin untuk menaklukan dua kerajaan singa dunia : Romawi dan Persia. Dia mengutus pasukannya yang merindukan syahid untuk berjuang menegakkan islam di negeri Irak dan Syam. Khalid bin Walid dan Al-Mutsana menjadi pahlawan pemimpin pasukan penakluk kerajaan Persia di Irak. Sedangkan Amr bin Ash dan Abu Ubaidah dikirim ke Romawi. Khalid bin Walid yang telah terlebih dahulu menaklukkan Irak kemudian dikirim ke Syam untuk menjadi komandan pasukan mujahid di sana.
Dialah orang yang sangat memberikan peran dan jasanya bagi Islam dan bangsa Arab. Dia terkenal sangat lembut dan penyayang, namun teramat tegas terhadap hukum. Dialah, Abu Bakar The Successor..!
(Fathan – Qsmart)

0 comments:

Posting Komentar