Rabu, 03 November 2010

Finger Scan, Absensi jadi Simpel..!



Terkadang, selalu ada saja kenakalan remaja ketika masa SMA. Bentuknya bermacam-macam. Mulai dari yang ringan-ringan bahkan tidak sedikit juga yang agak berat. Ya, memang masa remaja adalah masa yang sangat rentan terhadap hal-hal yang baru. Masa adaptasi menuju kedewasaan. Terlebih di masa-masa SMA. Kenakalan remaja seringkali terjadi pada masa ini. Salah satunya budaya nitip absen.


Sekolah merupakan tempat menuntut ilmu. Hanya saja terkadang banyak remaja yang belum memiliki paradigma seperti itu. Beberapa menganggap bahwa sekolah itu hanya untuk mengisi waktu luang mereka. Hal ini mendorong mereka untuk meninggalkan sekolah jika ada kegiatan lain yang menurut mereka lebih penting. Tapi, mereka takut dengan aturan yang ada di sekolah. Akhirnya, muncul deh budaya nitip absen. Sehingga mereka bisa keluar dan tetap terdata di sekolah. Hmm..

Tapi, kalau kamu sekolah di SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya, hal seperti itu dijamin gak bakalan manjur! Kamu hanya bisa nitip absen kalau jari kamu dipotong dulu. Nah lho!

Ya, kamu hanya bisa nitip absen kalau jari kamu dipotong dulu! Karena SMA Al-Muttaqin menggunakan sistem absensi digital dengan bukti kehadirannya itu sidik jari kamu. Ya. Teknologi finger scan membuat absensi menjadi lebih akurat. Data dari mesin finger scan itu akan langsung diolah sama guru absensi. Dan langsung ketahuan deh, mana yang hadir dan mana yang tidak hadir. Hayoo..

Selain itu, penggunaan teknologi ini sebagai sarana absensi sekolah juga membuat absensi menjadi lebih praktis. Ya, siswa cukup memasukkan jari yang telah diregistrasikan untuk kemudian tercatat di staf absensi. Jadi, dengan mudah pihak sekolah akan dapat mengetahui siswa-siswi yang tidak sekolah, maupun yang terlambat.

“Alhamdulillah, penggunaannya sedikit banyak telah terlaksana dengan baik.. Untuk sekarang, tinggal membudayakan absensi finger scan ini sehingga data yang diolah itu bertambah akurasinya..” ucap Pak Ihsan selaku staf TU yang bertanggung jawab atas absensi siswa ini.

Makanya, setiap pagi hari kantor guru SMA Al-Muttaqin pasti selalu ramai. Ya, banyak siswa berebut absensi agar tercatat hadir di sekolah. Ini menunjukkan perubahan budaya yang disebabkan oleh teknologi.
Jadi, siapa yang masih mau nitip absen? Hayoo..
(Fathan – Qsmart)

0 comments:

Posting Komentar