Rabu, 24 November 2010

Ini Nyata..!! Yahudi Siap Menerjang Kita..!! Apakah Kita Sudah Siap..??



“Saudara-saudara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa Raja Perancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani. Kalian sulit menentang perintah paksaan itu. Maka masuklah agama Nasrani. Tetapi harus diingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari.
Umat Kristen memerintahkan supaya kalia menyerahkan harta benda kalian. Maka laksanakanlah. Selanjutnya didiklah putera-puteri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka.
Kalian juga melaporkan bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka binalah putera-puteri kalian untuk menjadi dokter, agar bisa membunuh orang-orang Kristen secara rahasia.
Mereka menghancurkan rumah peribadatan kalian. Maka selanjutnya didiklah anak-anak kalian menjadi seorang pendeta, agar mampu menghancurkan gereja dari dalam.
Mereka menindas kalian dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka selanjutnya didiklah putera-puteri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa menyelusup ke berbagai jajaran pemerintahan.
Dengan demikian, kalian akan bisa menundukkan orang Kristen dengan cengkeraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan di balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian kepada mereka.”
Surat yang dikirimkan oleh Pimpinan Tertinggi Yahudi di Konstantinopel ketika umat Yahudi di Eropa meminta saran dan bantuan karena kondisi mereka yang tengah diincar dan dimusnahkan Umat Kristen di Eropa, 1489.
Bagaimana perasaan anda setelah membaca surat di atas? Ngeri? Takut? Atau yang lainnya..?
Saya akan bercerita sedikit yang saya ketahui mengenai surat tersebut. Awalnya adalah di Yerussalem, sebuah tanah suci tempat turunnya para nabi, lalu berkumpul di Perancis. Mereka adalah para Mason, atau suatu komunitas yang konon merupakan para pekerja pembangun kuil Sulaiman. Umat Yahudi.
Konon, kala itu di Perancis para umat Yahudi tengah ditumpas oleh King Philipe dan Paus Clement V. Di Eropa, umat Yahudi yang bertambah semenjak kekalahan Ordo Sion dan para Mason di Perang Salib II menjadi ketar-ketir. Mereka dimusuhi dan diperangi oleh dua kekuatan Eropa tersebut. Namun, mereka mendapatkan tempat di Skotlandia. Di sana mereka berkembang pesat karena mereka diterima dengan tangan terbuka oleh kerajaan Skotlandia.
Seorang pimpinan kelompok Yahudi di Prancis yang bernama Rabi Shamur kemudian mengirimkan surat kepada Pemimpin Tertinggi Kaum Yahudi di Konstantinopel. Tak berapa lama, surat tersebut dibalas oleh Pemimpin Yahudi tersebut. Balasan surat tersebut adalah yang di awal disebutkan tadi. Dari isinya, kita bisa melihat karakter mereka yang sangat lugas, tegas, dan licik.

Jika ingin dirangkum, tentu saya akan menulis keseluruhan dari surat itu sendiri. Ya, karena kata demi kata dari surat tersebut sangat penting untuk diperhatikan. Tidak ada satu kata pun yang tidak membuat bulu roma saya berdiri. Sungguh suatu taktik yang luar biasa. Licik, tak terbayang, namun sungguh kuat.
Dan hasilnya, mereka benar-benar mengamalkan surat tersebut. Kata demi kata, dan perintah-perintah dari surat tersebut disosialisasikan secara diam-diam. Umat Yahudi satu per satu masuk agama Nasrani. Namun mereka melakukan dengan baik apa yang diperintahkan dalam surat tersebut. Mereka benar-benar mendidik anak-anak keturunan mereka seperti yang diperintahkan surat tersebut.
Memang, hasilnya tidak bisa secara langsung terasa. Namun, perlahan-lahan anak-anak Yahudi mulai dewasa dan memberikan pengaruh yang besar bagi kelompok Nasrani. Mereka menjadi tulang punggung keberadaan Agama Nasrani. Bahkan salah seorang Paus yang notabene merupakan pimpinan tertinggi umat Kristiani atau Nasrani pernah berasal dari keturunan Yahudi. Merekalah yang kemudian merusak Injil asli menjadi berbagai macam Injil yang ada hingga saat ini. Termasuk golongan Martin Luther (Kristen Protestan) juga merupakan konspirasi dari kaum ini.
Itulah cara picik mereka ketika menghancurkan umat Kristiani. Tujuan mereka hanya satu : mencari Tanah yang Dijanjikan (the Promisen Land). Juga menciptakan satu pemerintahan dunia. Namun mereka masih belum dapat mewujudkannya, karena masih ada satu agama atau keyakinan yang menghadang langkah mereka : Islam. Karenanya, segera setelah mereka berhasil menguasai umat Kristiani, mereka akan melakukan yang yang serupa kepada kita, umat Islam.
Coba perhatikan kata-kata di bawah ini.
“…….. tugasmu adalah mengeluarkan mereka dari Islam, dan tidak berpikir mempertahankan agama Allah atau berdialog denganNya. Di samping itu saudara harus berusaha agar mereka tidak lagi memiliki budi yang luhur. Tugas saudara adalah membuka jalan agar kekuatan Kolonial mampu menerobos benteng pertahanan islam. Cara ini telah anda lakukan dengan baik seratus tahun yang lalu. Kita dan seluruh orang non-Islam merasa sangat gembira atas perjuangan yang saudara lakukan. Selama tiga abad lampau, kita telah menguasai sector pendidikan di Negara-negara islam yang independen dan yang telah dikuasai kita. Di wilayah-wilayah tersebut banyak perlindungan misionaris, gereja, organisasi, dan sekolah yang mengikuti petunjuk Negara Eropa dan Amerika. Banyak agen-agen kita yang bekerja di bawah tanah yang tidak boleh ditunjukkan sekalipun hanya dengan isyarat. Sarana yang telah saudara bawa saat ini mampu mengubah pikiran dan opini dunia.
Saudara telah mengeluarkan kaum Muslimin dari agama mereka, meskipun mereka tetap enggan memakai baju Yahudi atau Kristen. Gaya hidup seperti itulah sasaran kaum kolonialis, yaitu pemuda yang enggan bekerja keras, malas, dan senang berfoya-foya, hanya mencari hal-hal sensual, mencari harta kekayaan hanya untuk memuaskan nafsu dan juga memburu jabatan demi hawa nafsu. Saudara telah mengerjakan tugas dengan amat baik. Saudara telah mengagungkan agama Yahudi. Lanjutkanlah perjuanganmu hingga kita mampu menjadi penguasa Dunia..!!”
Pidato Ketua Asosiasi Agen Yahudi, Samuel Zweimer, saat Konfrensi Yerusalem di tahun 1935 (secara tersembunyi). Saat itu kaum Kristen sudah ‘jatuh’ dalam genggaman mereka. Dan lawan mereka selanjutnya adalah umat Islam.
Bagaimana para pemuda? Siapkah kita menghadapi mereka?
Cepat atau lambat, mereka akan segera menyerang kita secara langsung. Fisik. Apakah ketika itu keimanan kita sudah sangat kuat untuk berjihad?
Bangkitlah Pemuda Islamku!! Harapan itu MASIH ADA..!!
(M. F. Mubina)

0 comments:

Posting Komentar