Kamis, 04 November 2010

Remaja Bau Sorga - Hang Out bareng Orang Saleh



Teguh Iman Perdana (Lingkar Pena)
Depok, 2008

Weish. Gaya euy, hang out bareng orang saleh. Eh. Bentar. Bareng orang saleh? Gak salah tuh?
Off Course nggak salah! Bahkan sangat tepat! Kalian kepingin jadi remaja ‘bau sorga’ kan? Yang tentu saja nggak salah melulu atau dosa melulu. Kalian pengen jadi remaja yang taubatnya diterima oleh Allah khan? Kuncinya ya itu tadi. Kita harus benar-benar mampu memilih teman hang out yang oke. Menuntun kita menuju jalan yang lurus, bukannya menyetujui saat diajak maksiat. Bener gak?
Tapi, jangan cuma hang out bareng temen kental atau sohib sekolah aja. Itu mah udah biasa. Ayo, kita hang out bareng orang saleh..!
Dalam buku ini, kita akan hang out bersama orang-orang saleh terdahulu. Para ahli sufi yang sangat mencintai Rabb-Nya daripada dirinya sendiri. Para ahli ibadah yang mempercayai Allah melebihi jelasnya mentari di siang hari. Kisah-kisah menarik dari para pecinta Allah tentu saja dengan bukti cinta Allah kepada mereka.
Salah satunya nih, kisahnya seorang Abu Amir al-Makky. Beliau adalah seorang sufi yang agak berbeda dari sufi-sufi lainnya. Beliau ini menjadi seorang ahli ibadah yang saleh bersama dengan istrinya. Mereka berdua tinggal di Makkah dan memiliki seorang putra yang masih balita. Namanya juga orang saleh, semenjak kecil anak itu sudah diajarkan untuk mulai mengenal Allah dan selalu mengingat-Nya.
Salah satu cara yang digunakan mereka untuk mengenalkan Allah kepada anak mereka sangat unik. Contohnya nih, saat waktu makan tiba. Setiap kali anak mereka meminta makan, maka Abu Amir menyuruh sang anak untuk pergi ke jendela dan berdoa minta apa yang kira-kira ia pingin makan.
Yah, namanya juga anak kecil. Setiap kali berdoa, maka doanya juga tidak terlalu merepotkan. Biasanya, anak itu menyebutkan makanan kesukaannya, roti. “Ya Allah, berikanlah aku roti..” kira-kira seperti itu doa yang diucapkan oleh sang anak.
Nah, ketika anaknya itu berdoa, Abu Amir dan istrinya sibuk menyiapkan makanan yang diminta sang anak. Ketika siap, baru mereka memanggil putra mereka. “Nah, anakku.. Lihatlah! Allah telah mengabulkan doamu, sayang..!” ucap mereka setelah makanan itu siap.
Begitulah, hampir setiap hari Abu Amir dan istrinya melakukan itu. Hingga pada suatu hari, mereka berdua harus keluar untuk menyelesaikan suatu keperluan. Mereka lupa untuk menyiapkan makanan bagi anak mereka. Mereka berdua pun panik dan segera bergegas pulang.
Namun ketika sampai di rumah, mereka berdua teramat kaget melihat anak mereka tengah duduk tenang-tenang di ruang makan sambil menyantap sebuah roti dengan lahap. Mereka kaget. Seingat mereka, mereka belum menyiapkan apa-apa untuk anaknya. Akhirnya mereka bertanya kepada anaknya, “Anakku sayang, siapa yang member makanan ini kepadamu?”
“Lho.. Ummi, Abi, aku kan tinggal minta sama Dia yang memberiku roti setiap hari…” jawabnya dengan lugu. Kedua sufi itu pun menangis bahagia, karena anaknya telah mengenal Allah.
Itu salah satu cerita dari belasan kisah inspiratif dari para sufi lainnya. Makanya, yuk hang out bareng orang Saleh..!!!
(Fathan – Qsmart)

0 comments:

Posting Komentar