Senin, 10 Januari 2011

Nostradamus, Peramal yang Meramalkan Akhir Dunia.. Benarkah..?


Selasa hitam, tanggal 9 September 2001 dua gedung pencakar langit simbol kekuasaan ekonomi Amerika terhadap dunia runtuh. Menurut beberapa media masa Amerika dan dunia, drama tragedi yang menyakitkan tersebut didalangi oleh kelompok teroris islam yang dipimpin oleh seorang Osama bin Laden. Benarkah?
Pada kenyataannya, banyak fakta yang menunjukkan drama agung penghancuran dua bangunan simbol gerbang dunia tersebut bukanlah didalangi oleh pasukan muslim yang dicap ‘teroris’ oleh Amerika. Namun kali ini, kita tidak akan membahas fakta-fakta sekitar peristiwa menyedihkan tanggal 9 September 2001, yang terkenal dengan peristiwa 9.11 tersebut.
 Tentu masih teringat di benak kita ketika peristiwa itu terjadi, banyak media di Amerika yang menghubung-hubungkan peristiwa tersebut dengan ramalan Nostradamus (The Prophecy of Nostradamus) yang konon telah meramalkan berabad lalu mengenai terjadinya peristiwa menggegerkan ini. Bahkan konon, Nostradamus tidak hanya meramalkan peristiwa WTC, tetapi juga meramalkan banyak peristiwa-peristiwa besar dunia seperti Revolusi Perancis atau kehadiran Adolf Hitler sebagai salah satu kekuatan besar dunia dengan tepat. Siapakah Nostradamus?
Peramal Dunia yang nama aslinya Michel de Nostredame ini lahir di Saint Remy di Provence, Perancis Selatan, pada tanggal 14 Desember 1503. Dia merupakan anak dari sebuah keluarga Yahudi pasangan Reynierre de St Remy dan saudagar M Jaume de Nostredame. Meskipun berdarah Yahudi, kakek Michel dari garis ayahnya bernama Guy Gassonet, telah memeluk agama Katolik pada tahun 455 (Marranos), dengan mengambil nama baptis ‘Pierre’ dan nama keluarga ‘Nostredame’. Pada masa itu, telah kita ketahui bahwa umat Yahudi yang berada di Eropa berada di bawah teror bangsa Kristen yang membasmi mereka. (Lihat Artikel : Ini Nyata, Yahudi akan Menyerang Kita!)
Jean St Remy, kakek Nostredamus dari garis ibu, adalah ahli astrologi Yahudi, Kaballis, dan ahli fisika yang tinggal di istana Rene de Anjou, sekaligus menjadi guru dari Rene de Anjou dalam bidang esoteric yang memiliki minat sangat besar terhadap misteri The Holy Grail. Rene de Anjou sendiri merupakan kekasih dari Jeanne d’Arc, Ksatria perempuan Perancis yang di tahun 1429 menghadap komandan pasukan Perancis di Benteng Vaucouleurs untuk menyatakan dirinya dianugerahi ‘visi ke-Illahian’ untuk menyelamatkan Pearncis dari penjajahan Inggris dan meyakinkan bahwa putera tertua raja akan menggantikan Charles VII dan akan dinobatkan menjadi raja.
Menilik latar belakang keluarganya, dapat disimpulkan bahwa Nostradamus memang berasal dari keluarga yang terpandang di Provence, Perancis. (Provence merupakan daerah yang berada di selatan Perancis, seperti halnya Rennes-le-Chateau, yang memiliki banyak gereja yang dipersembahkan kepada Maria Magdalena. Sejak berabad lalu, wilayah ini telah menjadi pusat ajaran Kabbalah dan pusat kegiatan Ksatria Templar dan Okultisme. Bahkan di Provence inilah, ajaran Kabbalah yang lazimnya diteruskan secara lisan, dibukukan menjadi sebuah kitab Kabbalis. Sebab itu, keluarga Nostradamus telah terbiasa dengan segala anagram, kode-kode rahasia, dan juga aneka ritual Kabbalis)
Karya Nostradamus yang paling fenomenal adalah bukunya yang berjudul Les Ropheties (Ramalan). Buku tersebut berisi keseluruhan ramalan Nostradamus sejumlah 6.338 ramalan. Dalam perjalanan waktu, ramalan Nostradamus banyak yang tepat. Namun jauh lebih banyak yang tidak sesuai.
Menurut buku The Holy Blood and The Holy Grail, Gerard de Sede meyakini bahwa Nostradamus adalah seorang aggota sebuah jaringan rahasia internasional yang terdiri dari para duta besar, mata-mata, pedagang, dan lainnya yang memiliki andil besar dalam konflik perebutan tahta antar dinasti di Perancis pada masa hidupnya. “Ada banyak fakta yang menyatakan bahwa Nostradamus memang seorang agen rahasia yang bekerja bagi Francois de Guise dan Charles, Kardinal Lorraine. … Banyak ramalan Nostradamus mungkin saja sama sekali bukan ramalan. Apa yang diucapkannya hanyalah pesan-pesan tersembunyi, bersandi, jadwal, petunjuk, daftar perjalanan, dan rencana untuk suatu tindakan. Ramalan Nostradamus sebenarnya bukanlah ramalan, akan tetapi sebuah acuan pada masa lampau, seperti Ksatria Templar, Dinasti Merongvingian, dan sejarah Dinasti Lorraine,” demikian Baigent.
Jika benar adanya penelitian tersebut, maka tentu kita bisa membaca satu kesimpulan besar dari hal ini : para musuh islam telah merencanakan konspirasi agung yang mengatur dunia kita ini semenjak lama. Konspirasi-konspirasi mereka terselubung. Sembunyi-sembunyi. Sehingga segelintir saja yang perduli terhadap hal ini. Pada kenyataannya, dunia telah dininabobokan oleh ‘tuhan’ bernama Dollar.
Benar atau tidak, yang pasti dunia telah mendekati akhir dari persinggahannya. Dunia akan segera berakhir. Dan umat manusia akan segera berangkat menuju tujuan akhirnya, Akhirat. Dimana hanya tersedia dua pilihan saja bagi umat manusia : Syurga atau Neraka. Pada akhirnya, pilihan kita di akhirat kelak telah ditentukan melalui sikap kita menghadapi kehidupan di dunia. Bangkitlah, Islam..!
(Fathan – Qsmart)
Keterangan : Sumber informasi dari buku ‘Knights Templar Knights of Christ’ karya Rizki Ridyasmara halaman 404 s.d. 409.

0 comments:

Posting Komentar