Selasa, 08 Februari 2011

End of The Times...



Waktu terus berlalu. Bumi terus mengitari matahari sesuai garis edarnya, seraya terus berputar pada porosnya. Detik detik berkumpul menyatu menjadi menit. Menit menit pun berkumpul untuk kemudian menjadi jam. Hari demi hari akan terus berlalu, tanpa ada satu kekuatan mampu menghentikannya barang sejenak saja. Bumi ini sudah melangkah terus menuju satu akhir. Dimana dia sudah tidak sanggup lagi menahan umurnya yang semakin tua. Ya. Mau tidak mau, akhir dari dunia ini pasti akan kita hadapi. Dan pada akhirnya, kehidupan kita di dunia ini akan terasa sangat sejenak dibandingkan kekekalan kita di akhirat kelak.
Dunia telah meninggalkan gurat-gurat sejarah di masa lalunya. Masa depan adalah hal yang akan dihadapi. Dan salah satu dari masa depan dunia ini adalah kehancurannya itu sendiri. Entah secara kebetulan atau tidak, wacana mengenai akhir dunia atau yang di Barat lebih dikenal sebagai Armageddon dan di dalam gereja-gereja lebih terkenal disebut The Second Coming atau Maranatha, yaitu kedatangan Yesus untuk kedua kalinya ke bumi belakangan telah sangat marak diperbincangkan.

Memang pada akhirnya, kita semua menyetujui bahwa hari akhir itu pasti ada. Permasalahannya, kapankah hari akhir itu terjadi. Tepatnya, kapankah ‘Hari Akhir’ itu bermula dan kapan juga ia akan berakhir?
Allah SWT telah menegaskan bahwa Islam adalah agama terakhir yang diturunkan dari langit untuk seluruh umat manusia. Rasulullah Muhammad SAW adalah Nabi sekaligus Rasul terakhir untuk seluruh umat manusia. Dan umat Islam adalah umat akhir zaman. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya semenjak Rasulullah Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul, dunia telah menghadapi suatu fase baru : Fase Akhir Zaman.
Menurut sebuah hadist Shahih, masa akhir zaman ini terbagi atas lima sub-fase. Fase pertama adalah masa-masa Kenabian. Fase ini terjadi semasa Rasulullah SAW masih hidup dan menjadi pemimpin global pasukan muslimin di seluruh dunia. Fase kedua adalah masa sepeninggalan Rasul SAW, masa Khulafaur Rasyidin. Masa ini diawali dengan kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, kemudian Umar Al-Faruq, Utsman bin Affan, dan akhirnya oleh Ali bin Abi Thalib R.A..
Fase ketiga disebut fase kerajaan yang ‘menggigit’ (Maalikun Adhlan). Maksud dari menggigit di sini adalah zaman pemerintahan islam yang menggunakan sistem monarki, atau menyerahkan kekuasaan terhadap anak keturunan mereka. Zaman ini dimulai oleh masa pemerintahan Khalifah Ummayah setelah meninggalnya Khalifah Ali bin Abi Thalib dan berakhir melalui supremasi penghancuran khalifah di Turki, tahun 1924.
Fase keempat adalah fase yang tengah kita hadapi sekarang. Fase yang menurut hadist tersebut adalah fase ketika dunia dipimpin oleh penguasa-penguasa diktator (Maalikan Jabariyan). Fase ini diawali dengan hadirnya Perang Salib yang mengantarkan dunia pada era baru yang disebut Era Modern ini. Meskipun berat, namun sunnatullah telah menggariskan bahwa suatu ketika penguasa lalim ini akan bisa dikalahkan. Walau penguasa lalim ini didukung oleh ribuan pasukan Yahudi, namun pasukan Islam mampu mengalahkan mereka.
Pasukan Yahudi akan berpencar ke seluruh penjuru dunia, bersembunyi di sudut-sudut dunia. Namun batu dan pohon-pun yang sejatinya merupakan pasukan Allah enggan dijadikan tempat persembunyian para Yahudi. Di mana ada Yahudi, mereka akan memberitahukan kepada umat islam bahwa umat Yahudi bersembunyi di sana. Semua pohon berbuat hal itu, kecuali pohon gharqad, semacam kaktus besar yang sekarang banyak ditanami di wilayah pendudukan Zionis-Yahudi di Palestina.
Perang terakhir, atau yang terkenal di dunia barat dengan sebutan Armageddon, akan dipimpin oleh Imam Mahdi. Perang ini akan meruntuhkan konsep The New World Order atau Tatanan Dunia Baru yang kemudian akan digantikan oleh konsep kepemimpinan islami atau tatanan dunia islami yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun sebelumnya, akan ada tiga peperangan yang dihadapi : perang melawan penguasa semenanjung Arab, perang melawan penguasa zalim Persia, dan perang melawan kekuatan aliansi Eropa. Semua perang ini akan dimenangkan oleh kaum muslimin, yang kemudian mengalahkan Dajjal dengan 70 ribu tentaranya.
The Second Coming atau Maranatha dalam kacamata islam akan terjadi ketika Imam Mahdi berkonsolidasi di Damaskus (Syiria), pada saat menjelang Shubuh. Setelah Iqamat dikumandangkan dan Imam Mahdi hendak maju menjadi imam, lalu muncullah sebuah tanda besar kedua akan terjadinya hari Kiamat : kemunculan Isa Alaihisalam. Isa AS akan turun dalam bentuk utuh seperti manusia berumur 33 tahun. Usia di mana beliau dulu diangkat oleh Allah Swt. untuk menghindarkannya dari penyaliban yang dilakukan penguasa Romawi, di Menara Putih, masjid sebelah timur Damaskus.
Kala itu Imam Mahdi menemui Isa AS dan meminta kesediaannya untuk menjadi imam Shalat Shubuh. Namun Isa AS menolaknya dan berkata, “Demi Allah, inilah keistimewaan umat Muhammad. Sebagian engkau menjadi pemimpin sebagian umat lainnya. Engkau pemimpin umat ini, wahai Imam Mahdi. Engkau yang memimpin Shalat. Aku menjadi ma’mum.” Lalu Shalat Shubuh dilaksanakan dengan Imam Mahdi yang menjadi imam Shalatnya. Setelah itu, rombongan umat islam berangkat untuk bertemu dengan umat Yahudi pimpinan Dajjal.
Lokasi peperangan menurut sebagian ulama akan terjadi di dekat Baitul Maqdis. Menurut hadist, ketika melihat sosok Isa AS dari kejauhan, Dajjal akan gemetar dan ketakutan serta berusaha kabur. Namun Isa AS dan Imam Mahdi serta pasukan muslim lainnya mengejarnya. Hingga di depan pintu Lod, salah satu pintu masuk ke Baitul Maqdis, Isa AS menusuk Dajjal dengan tombak hingga Dajjal menemui kematiannya. Nabi Isa AS kemudian mengangkat tombak itu tinggi-tinggi untuk membuktikan kepada orang-orang yang selama ini menganggap Dajjal sebagai Tuhan adalah keliru. Beliau pun meluruskan pemahaman yang salah dari umatnya yang selama ini mereka ikuti. Merekapun diminta untuk memeluk Islam, menjadi umat Muhammad SAW. Setelah kemenangan besar umat Islam, berdirilah kekhalifahan yang meliputi seluruh muka bumi dengan berpusat di Baitul Maqdis, Palestina.
Dalam kacamata ordo Kaballa, hari Akhir adalah hari di mana mereka berhasil menduduki semua tanah Palestina, membangun kembali Kuil Sulaiman, dan berhasil mendirikan The Great Israel seperti yang telah direncanakan ratusan tahun silam. Mereka akan mengalahkan musuh-musuhnya yang disebut sebagai anti-Christ. Anti-Christ di sini bukan berarti kaum yang anti kepada Yesus atau Nabi Isa AS, melainkan yang memusuhi Raja Yahudi. Christ itu sendiri memiliki arti sebagai ‘Raja’. Raja kaum Kaballa akan mengakui diri sebagai titisan Yesus Kristus dan akan mendirikan gerejanya di Palestina, di Yerussalem. Bertahtanya Raja Yahudi ini aka menghancurkan hegemoni Gereja Katolik di Roma dan mengantika kekuasaan kepausan. Pusat kekristenan aka berpindah ke Yerussalem.
Namun versi Zionis-Yahudi ini agaknya tidak diyakini sepenuhnya oleh kaum Yahudi sendiri. Terbukti, seperti yang telah disinggung di atas, kaum Yahudi sejak melakukan imigrasi ke Tanah Palestina berlomba-lomba menanami Tanah Palestina dengan pohon Gharqad, sebuah pohon mirip kaktus besar, yang nantinya akan digunakan sebagai tempat bersembunyi dari kejaran umat Muslimin yang dipimpin oleh Nabi Isa AS dan Imam Mahdi. Maha Benar Allah, yang telah menyatakan di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang Bani Israil atau Yahudi itu sebenarnya tahu dan paham mana yang benar dan salah, tetapi mereka menutupi hati mereka dan cenderung kepada kesesatannya. Hati mereka tertutup oleh hawa nafsunya hingga mereka melakukan segala daya dan upaya untuk menghalang-halangi kebenaran dari Allah. Namun semua perbuatan mereka akan berakhir sia-sia.
Hari Akhir atau Zaman Akhir merupakan sesuatu yang pasti terjadi. Dan itu diyakini oleh umat Islam, umat Kristen, dan kaum Yahudi. Ketiga kepercayaan samawi ini mempercayai bahwa dunia tengah berjalan menuju satu titik akhir. Umur dunia suatu ketika akan habis. Dan manusia akan di bawa menuju mahkamah terakhir. Pada akhirnya, kita harus mempersiapkan diri menuju satu pertempuran terakhir sebelum terjadinya kiamat itu sendiri. Dalam kacamata islam, peperangan pasti terjadi. Hanya, kita bukanlah umat yang memulainya. Dan satu lagi janji Allah, agama Islam akan tegak sekali lagi menjelang kiamat. Wallahu’alam.
Muhfat Ali
Sumber Informasi : Buku “Knights Templar Knights of Christ. Konspirasi Biarawan Sion Menjelang Armageddon” karya Rizki Ridyasmara


0 comments:

Posting Komentar