Jumat, 25 Februari 2011

The Jacatra Secret


 
Rizki Ridyasmara (The Conspiratus Society Forum)
-, 2009
Dr. John Grant, adalah seorang profesor ahli simbolog dan religi dari Universitas Washington, Amerika. Selama tujuh tahun terakhir, dia melakukan penelitian di Indonesia. Dia adalah senior dalam satu organisasi atau forum elit pemikir-pemikir dunia penikmat teori konspirasi, the Conspiratus. Penelitiannya di Indonesia terkait dengan simbol-simbol paganisme dan konspirasi yang terselubung di Jakarta.

Jakarta, ternyata merupakan salah satu tempat berdirinya berbagai macam simbol yang sering kita kenal merupakan simbol-simbol sihir Kabbala. Paganisme, itu ajaran mereka, memiliki simbol-simbol pagan atau penyembahan kepada ‘malaikat’ Lucifer, atau dalam islam dikenal dengan sebutan Iblis. Simbol-simbol paganisme telah melalang buana tersebar di seluruh sudut di dunia. Bahkan sudah tersamarkan sehingga kita acapkali menganggapnya suatu karya seni murni yang biasa. Namun simbol-simbol itu memiliki makna tersendiri yang juga merupakan simbol kekuasaan mereka terhadap dunia kita ini. Dan Jakarta, Ibu Kota negeri kita tercinta ini, tidak luput dari penguasaan mereka.
Salah satu contoh, dan yang paling besar terlihat di ibu kota, adalah altar suci simbol persetubuhan suci (sacred sex) obelisk. Obelisk terletak di bayak kota besar di dunia. Dan simbol itu merupakan simbol dari persetubuhan suci yang dipersembahkan kepada Lucifer. Di Washington DC, Vatikan Roma, dan beberapa kota-kota besar di dunia menyimpan monumen obelisk sebagai monumen penting mereka. Dan di Jakarta, simbol itu terwujudkan dalam suatu bangunan Monumen Nasional, yang seringkali kita dengar sebagai Monas.
Monas, tidak diragukan lagi merupakan salahsatu simbol obelisk. Simbol tersebut memang acapkali ditempatkan di kota strategis dalam suatu wilayah. Bahkan Vatikan pun telah terkontaminasi dengan aliran paganisme dengan keberadaan simbol tersebut di tengah kotanya. Bahkan banyak obelisk kecil di sekitarnya. Di Jakarta, keberadaan obelisk besar tersebut merupakan satu ejekan yang luar biasa bagi keberadaan agama di sekitarnya. Obelisk, atau Monas, berdiri tegak dan tinggi di tengah kota. Bahkan di tengah rumah-rumah peribadatan di sekitarnya. Gereja dan Masjid. Simbol ini terletak di beranda depan Istana Negara.
Banyak lagi fakta menarik mengenai simbol-simbol paganisme dan masonik yang berada di ibu kota. Secara jelas, novel ini telah menyebutkan fakta-fakta bawah tanah yang tidak diketahui banyak orang mengenai Jakarta. Lebih jauh, bahkan suatu persaudaraan tua rahasia dunia dibahas dalam buku novel ini.
Dalam cerita di novel ini, Dr. John Grant diberi tugas untuk menyelesaikan kasus pembunuhan salah satu ekonom besar di Indonesia. Ekonom tersebut  kabarnya merupakan salah satu anggota persaudaraan masonik dunia. Dia, dan banyak ahli ekonomi Indonesia lainnya, dibesarkan pada zaman Soeharto. Mereka dikirim ke Amerika, untuk kemudian dikembalikan dan mengabdi bagi Indonesia dengan ‘otak’ sistem ekonomi yang berbeda. Sistem ekonomi barat dengan leluasa tersebar luas di Indonesia.
Lika-liku penuh rintangan dan bahkan berhadapan langsung dengan sang pembunuh dialami oleh Dr. John. Hingga akhirnya, misteri itu tetap menjadi misteri. Dan hanya sedikit saja yang perduli.
Novel ini sangat berani dalam memaparkan fakta-fakta terselubung mengenai kota Jakarta, yang dianggapnya salah satu kota masonik di dunia. Fakta-fakta tua namun segar tersebut terkemas dalam kemasan menarik berupa alur cerita yang menegangkan. Secara sepintas, alur cerita dalam novel ini sangat mirip dengan novel ‘The Da Vinci Code’ karya Dan Brown. Namun objek observasi dalam novel ini adalah Jakarta. Sangat dekat dengan kita. Memang, terkadang sebuah novel memaparkan sejarah secara lebih jujur ketimbang buku pelajaran sejarah yang acapkali menjadi acuan sejarah kita.
(Muhfat Ali)

0 comments:

Posting Komentar