Senin, 04 April 2011

Pelajar Sukses..!!



Aku emang nggak  berguna! Masa’ jadi KM aja nggak becus..
Gimana sih aku ini, masa’ jadi anggota OSIS aja nggak bisa?
Masa nilai ulangan dia lebih bagus dari aku? Padaha khan dia nyontek ke aku..
Temen-temen pasti pernah ngerasain yang namanya down. Ya, kejadian di atas pasti pernah kita alamin. Apalagi buat kita yang masih tahun pertama di sekolah kita. Kita masih dalam tahap penyesuaian diri atau adaptasi. Cuplikan diatas menunjukkan betapa seringnya kita mencaci diri kita sendiri. Padahal itu nggak baik lho. Inget, pikiran seseorang itu sangat mempengaruhi kehidupannya. So, kalau kita men-cap diri kita bodoh, ya udah bodoh deh jadinya.
Temen-temen, kita pasti ngerasa kalau di sekolah baru itu sangat berat. Kita ngerasa kalo saingan di skul baru itu nambah aja. Iya dong, wong anak-anak prestatif dari berbagai macam sekolah berkumpul menjadi satu di sekolah kita. Jadi pasti ada banyak orang yang bisa lebih pintar dari kita. So, punya saingan itu wajar kok. Ada beberapa tips buat kamu. Simak deh!
Nah, buat kita yang masih dalam tahap adaptasi, timbulkan deh potensimu sebaik-baiknya. Coz, mumpung masih baru, jadi kita bisa lebih leluasa buat menuangkannya. Aktif/enggak-nya kamu di tahap ini mungkin akan sangat berpengaruh ke tiga tahun mendatang. Kalau kita aktif dan jadi perhatian banyak orang, kita akan terpacu untuk lebih baik ke depannya. Coz, kita udah jadi ‘harapan’ banyak orang. Atau seenggaknya udah banyak orang yang memiliki image bahwa kita itu aktif. Dan kita nggak boleh menghapus image itu. Kalau kamu sekarang nggak aktif, akan sulit buat kamu kalau mau aktif ke-depannya. Karena nanti yang ditunjuk pada saat ada event, ya orang yang meu menunjukkan potensinya. Hati-hati lho, penyesalan selalu datang belakangan.
Tapi, aku waktu SMP-kan pemalu banget. Terus kenapa? Jangan ragu untuk membuat image baru. Banyak orang yang pada masa SMP sangat pasif, bahkan jarang terdengar namanya. Tapi, saat masuk ke SMA, mereka bangkit dan memulai ke-aktifannya. Begitu juga sebaliknya. Jangan menjadikan masa lalu sebagai alasan untuk tidak berprestasi. Jadikan itu sebagai pelecut semangat dan pemberi pelajaran yang amat sangat berharga. Nah, tips dari saya, jangan pernah membandingkan masa sekolah lalu dengan masa sekolah saat ini. Kejayaan kita pasti akan selalu berbeda. Baik dulu, kini, dan nanti. Karena perbedaan adalah suatu hal yang mustahil dihilangkan. Yang terpenting sekarang adalah masa depan. Tunjukkan eksistensi kita untuk masa depan, keyz?
Selanjutnya, cobalah fokus pada satu titik tujuan. Dalam hal ini, potensi kita. Coba untuk menetukan cita-cita, dan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Visi dan misi. Ya, itu sangat penting dalam kehidupan kita. Kalau perlu, kita tulis visi dan misi kita dalam selembar kertas. Tempel itu di tempat yang sekiranya selalu kita lihat. Jadikan itu sebagai pelecut motivasi kita agar kita manjadi lebih baik, lebih baik, dan terus lebih baik lagi. Nah, kalau bisa, kita jangan terlalu fokus pada sesuatu yang bukan menjadi bidikan utama kita. Bukannya menyepelekan, tapi kadar konsentrasi kita sebaiknya dikerahkan untuk sesuatu yang memang menjadi impian kita. Untuk apa banyak target tetapi tidak satupun kita penuhi. Khan lebih baik punya satu target tetapi kita sanggup memenuhinya. Tul gak?
Lanjut, tips selanjutnya untuk meraih kesuksesan. Kita jangan pernah ragu untuk bangkit dari keterpurukan. Momennya? Jangan pernah kita menunggu momen yang pas untuk kebangkitan kita. Carilah dia! Carilah kesempatan-kesempatan yang ada untuk kebangkitan kita. Kalu bisa, kita jangan tergantung kepada sekolah mengenai lomba-lomba tertentu. Carilah sendiri. Karena, dengan mencari sendiri, kita akan belajar mandiri untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Kedua, kesempatan kita untuk maju lebih besar. Daripada nungguin pengumuman dari sekolah, akan ada ratusan orang yang bersiap menjadi delegasi. Repot kan, kalau kita bersaing ama mereka? Dan jangan pernah ragu belajar dari pengalaman orang lain. Nah, untuk ini, baiknya kita menjadi orang yang bisa menjadi tempat curhat orang lain. Selain kita bisa meringankan beban sang pasien, kita juga bisa belajjar dari pengalaman dia. Setali tiga uang.
Next, kita harus menjaga rasa optimis kita. Walaupun rasanya mustahil, selalu tetapkan dalam hati kita bahwa kita BISA. Jangan pedulikan cemoohan orang lain. Anggap teriakan-teriakan tersebut sebagai teriakan pendukung yang selalu menyorakkan nama kita. Baca deh: ‘Change your mind, Change your life’. Disitu kamu akan mengerti alasannya.
Lanjut, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jika kita sudah menyelesaikan suatu urusan, kerjakan yang lainnya. Jangan cepat puas. Jangan cepat puas bukan berarti nggak bersyukur lho. Artinya, supaya kita bisa terus meningkatkan potensi kita dan pantang menyerah.
Selanjutnya, jangan pernah kamu lupakan untuk berdo’a pada yang Maha Kuasa. Manusia hanyalah bisa berusaha dan berikhtiar. Selanjutnya, kita serahkan kepada-Nya. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan ganjaran yang setimpal bagi hambanya yang mau berusaha. Sebagaiman intisari Surat Al-Lail yaitu “Usaha manusia itu berlainan, karena itu balasannya berlainan pula; orang yang suka berderma, bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang baik dimudahkan Allah baginya melakukan kebaikan yang membawa kepada kebahagiaan di akhirat, tetapi orang yang dimudahkan Allah baginya melakukan kejahatan-kejahatan yang membawa kepada kesengsaraan di akhirat, harta benda tidak akan akan memberi manfaat kepadanya; orang yang bakhil merasa dirinya cukup dan mendustakan adanya pahala yang baik.”
Terakhir, jangan kamu lupa untuk bersyukur ataas semua yang kamu dapat saat ini. Kalau kamu menganggap semua keberhasilan kamu adalah hasil dari keringatmu sendiri, celakalah kamu. Sebagaimana Allah berfirman :
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Itu adalah karena (usaha ) kami." Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Al-A’raaf 131)
Finally, jangan pernah lelah untuk mencari kesuksesan. Karena kesuksesan hanya mau singgah pada orang yang mencarinya.
Muhammad Fathan Mubina / Q_Smart

2 comments:

Dinar Khairunisa mengatakan...

Optimis!! Kita bisa ! :D "jangan pernah lelah untuk mencari kesuksesan. Karena kesuksesan hanya mau singgah pada orang yang mencarinya" <- SEMANGAT!!

Muhfat Ali mengatakan...

Insya Allah ukhti..! Semangat Karena Allah..! :)

Posting Komentar