Minggu, 31 Juli 2011

Kegiatan Kemahasiswaan untuk Mahasiswa Baru UI 2011



This is it! Yeah, awal langkah baru gw (adeuh, udah jadi orang Jakarta ceritanye.. gkgkgk..) di kampus perubahan, Universitas Indonesia. OKK UI adalah bagian kegiatan kemahasiswaan untuk Mahasiswa Baru (Maba) UI. Di tahun 2011 ini, kegiatan Kamaba sebagian besar diadakan di bulan Ramadhan, yang kebetulan (eh, kebeneran) bertepatan dengan bulan Agustus kalender masehi. Sebagian kecilnya diadakan di bulan September 2011.

Terhitung tanggal 6 Agustus sampai 11 September (dipotong waktu libur Idul Fitri), para Mahasiswa Baru Universitas Indonesia angkatan 2011 akan mengikuti beragam rangkaian kegiatan Kamaba 2011. Mau tahu jadwalnya? Checkthisoneout!

Kamis, 28 Juli 2011

6 yang Sangat Berarti, 6 yang Selalu di Hati




Akhir Juni 2008 yang indah itu, kami dipersatukan. Wajah-wajah lugu dan polos bisa kau saksikan jika kau bersama kami kala itu. Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) SMA Al-Muttaqin yang dibuka dengan rangkaian acara Zona Ekspresi Muttaqin menjadi awal bersatunya insan-insan yang berbeda. Melebur menjadi satu makna. Mengarungi suka dan duka bersama, setidaknya hingga tiga tahun ke depan.

Awal pertemuan kami diiringi asa dan harapan yang tinggi di tempat ini. Sebuah gedung bertingkat dua yang dihiasi lorong-lorong penuh kenangan, menjadi tempat kami bersua, tertawa, menangis, menjalin cinta antarsaudara, terpekur, mengumpulkan ilmu, dan menapak sejarah. Membuat goresan-goresan sejarah yang tidak pernah kami duga sebelumnya akan terjadi. Tidak pernah kami duga sebelumnya akan kami yang menggoreskannya.

Rabu, 27 Juli 2011

Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia (IKM UI)


Sebelum kami mengupload tugas essay kami sebagai salah satu tugas yang diberikan untuk mengikuti kegiatan OKK UI 2011, kami harus mengisi sebuah kuesioner online terlebih dahulu. Awalnya, aku pikir yang akan ditanyakan dalam kuesioner tersebut adalah pertanyaan-pertanyaan terbuka yang membebaskan jawaban dari penjawabnya. Secara, kami semua kan baru masuk UI dan belum mengetahui banyak hal tentang serba-serbi kampus kuning ini.

Cerita berbeda ternyata aku dapatkan ketika membuka halaman kuesioner dan mendapatkan pertanyaan yang cukup membuatku pusing. Bahkan ada beberapa pertanyaan yang samasekali aku tidak ketahui jawabannya. Aku kembali ke halaman sebelumnya dan membaca petunjuk pengisian kuesioner.
Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) UI 2011
Peduli Indonesia, Totalitas Pengabdian!



Baru saja selesai melakukan wawancara untuk BIDIK MISI, kami (Maba UI Jalur SNMPTN Undangan) langsung dihadapkan dengan beragam tugas dan persiapan untuk mengikuti kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus Universitas Indonesia atau OKK UI 2011. Peduli Indonesia, Totalitas Pengabdian! (Hehe)

Info lengkap tentang OKK UI 2011, lihat aja di http://peduli-indonesia.com.
Selasa
31 Mei 2011 - 27 Jumaadil Akhir 1432



Hari ini adalah hari yang paling dinanti. Usai meneguk hasil perjuangan selama tiga tahun ke belakang dan terus memegang impian untuk masuk ke Universitas Indonesia, hari ini secara resmi aku akan tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Indonesia Angkatan 2011. Hari ini adalah jadwal registrasi administrasi. Dan setelahnya, aku akan mendapatkan identitas sebagai Mahasiswa Universitas Indonesia.
Sabtu
28 Mei 2011 - 24 Jumaadil Akhir 1432

Hari ini adalah jadwal verifikasi rapor SMA-ku sebagai salah satu persyaratan awal menjadi mahasiswa Universitas Indonesia. Aku baru tiba di lokasi verifikasi sekitar ba'da Dzuhur.

Subhanallah. Banyak sekali para calon mahasiswa yang turut menunggu, pikirku.

Aku terduduk di kursi antrian yang panjang. Perlahan tapi pasti, satu per satu calon mahasiswa Universitas Indonesia masuk ke bagian dalam Balairung. Aku menanti dengan sabar seraya memperhatikan calon mahasiswa lainnya. Penampilan mereka beragam. Ada yang berpenampilan sangat metropolis, ada juga yang pakai jilbab yang panjang dan lebar. Ada yang membawa banyak barang (seperti aku), ada juga yang hanya membawa sebuah map.
Selasa
17 Mei 2011 -  13 Jumaadil Akhir 1432



Dua hari setelah pengumuman kelulusanku di Ujian Nasional 2011. Hari ini aku terduduk sendiri di rumah kosanku di Tasikmalaya. Hanya sendiri. Dua sahabat dan saudara terbaikku di Tasikmalaya sedang tidak menempati rumah kecil milik pamanku ini. Zaenal sudah membereskan barang-barangnya dan kini tengah berada di rumahnya di Ciamis. Sedangkan murabbiku, Akh Rifqi, tengah merayakan cintanya selepas pernikahannya beberapa hari yang lalu. Jadilah aku sendiri di sini.
Sebelum ini, aku adalah seorang siswa yang memiliki kesempatan bersekolah di sebuah SMA yang luar biasa, SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya. Dengan berjalannya waktu, aku diberikan (lagi) oleh Allah sebuah kesempatan yang juga tak kalah luar biasa untuk menimba ilmu di salah satu Universitas terbaik di Indonesia (atau bahkan dunia), Universitas Indonesia. Inilah duniaku. "Dunia baruku!"


Jumat, 22 Juli 2011

Jujur Membawa Berkah!




Aku berjalan menelusuri jalan menuju ke rumahku. Menikmati pemandangan yang mungkin sebentar lagi aku tak akan sering melihatnya. Hulu-hilir mobil angkutan kota semakin membawaku pada bayangan dan anganku sendiri. Keramaian di sekitarku terasa hambar. Bimbang. Ya, aku tengah dirasuki kebimbangan yang mendalam.

Seketika berbisik keras suara ibuku, “Akmal, bagaimanapun kamu harus lihat potensi kamu juga, nak.. Ibu percaya jika semenjak awal kamu belajar dengan serius, kamu pasti bisa menghadapinya oleh tanganmu sendiri.. Tapi inilah sistem, nak.. Kamu siap untuk tidak lulus..?”
Teringat saat itu aku hanya bisa menundukkan kepalaku mendengar nasihat-nasihat – yang menurutku tabu – dari perempuan yang paling aku cintai itu.

Tentang Cinta



Universitas Al-Fath adalah Universitas yang menarik. Pegiat dakwahnya tidak tertekan seperti umumnya di Pesantren-pesantren di pedesaan. Tapi tidak ekstrim bebas liberal seperti di Universitas-universitas yang katanya islami di kota-kota. Tampaknya ini memang dikhususkan untuk para calon pemimpin yang memang masih agak awam tentang islam. Universitas ini disediakan bagi mereka yang memang masih awal dan bisa dibilang rata-rata masih sangat awam mengenai islam dan dakwah.

Setidaknya itulah kesimpulan sederhana yang dapat diambil oleh Kautsar setelah selama beberapa bulan ini menjadi Mahasiswa Universitas Al-Fath. Dia mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru di sekitarnya. Banyak teman-teman seangkatan menjadikannya sebagai tempat bertanya. Kautsar memang senang kalau ada yang bertanya atau ada yang mengingatkannya.

Kamis, 21 Juli 2011

Meraih Dasar




Kafe kecil tempat aku biasa beristirahat tengah kosong kala itu. Aku tengah menikmati secangkir susu murni hangat seraya membaca sebuah novel. Ketenangan di pagi hari itu sangat aku sukai. Jadwal kuliahku masih ada satu jam lagi. Aku masih bisa sedikit bersantai di kafe ini. Lokasi kafe ini memang tidak terlampau jauh dari kampus tempatku menimba ilmu.

Krieek.. Pintu kafe terbuka. Mungkin ada pengunjung yang datang, pikirku. Aku tidak menghiraukannya. Aku tetap membaca novelku.

Ketika Istiqamah berbuah Amanah




Seperti biasa, pagi itu diselangi tawa-tawa bahagia. Burung-burung berkicau dengan bahagia. Pohon-pohon pun berbahagia dengan ditemani embun pagi yang menyegarkan rindangnya mereka. Salam sapaan datang dari matahari yang bersinar terang di setengah ufuk timur. Menandakan Dhuha yang datang meninggalkan fajar yang penuh nuansa islami. Semua begitu bahagia.

Semua tampak berbeda ketika balik memperhatikan kehidupan manusia. Ada yang gembira, ada yang marah-marah, ada yang tengah bersedih, dan ada juga yang tengah dilanda kepusingan. Mereka yang tidak menyadari bahwa ujian mereka jauh lebih kecil dari nikmat yang mereka terima. Mereka yang tidak menyadari bahwa Tuhan lebih memiliki rasa sayang terhadap mereka ketimbang rasa murkaNya.

Rabu, 20 Juli 2011

Teruntuk Adik-adikku, Aktivis Dakwah Sekolah



Udara tengah sejuk-sejuknya. Hembusan angin yang menyentuh kulitku dan menari-nari melewati rambutku sangat menyejukkan. Cuaca tidak terlalu panas seperti biasanya. Tidak juga turun hujan seperti beberapa pekan yang lalu. Sempurna.

Aku tengah terduduk di beranda masjid SMA-ku dulu bersama kakakku. Menunggu waktu maghrib tiba seraya membicarakan banyak hal. Dia adalah mahasiswa di salah satu Universitas negeri ternama di wilayah Surabaya. Banyak hal yang ingin aku ketahui darinya, menjelang semester pertamaku di Universitas Indonesia tahun ini.

Minggu, 17 Juli 2011

Teruntuk Akhi Tersayang



Aku terduduk ketika mendapatkan kabar itu. Hembusan nafasku keluar cukup panjang. Aku mencoba untuk tidak percaya akan berita mengagetkan itu. Tapi ketika aku mengingat mozaik yang telah terlewat semenjak beberapa bulan yang lalu hingga hari ini, hal itu tentu sudah tidak mengagetkan lagi. Kali ini… Lagi… Satu lagi…. Huh, kejadian juga.., batinku. Entahlah, aku sangat bingung dengan tindakan apa yang harus aku lakukan.

Aku bingung. Diri ini memang tidak sebersih air telaga. Hati ini memang tidak seputih susu. Akhlak ini memang belum semanis madu. Tapi apakah aku memang tidak bisa memberi pengaruh yang baik bagi semuanya? Berkontribusi agar saudara-saudaraku tidak terperosok jauh lebih dalam lagi.
Sekilas terbayang wajahnya. Amarah tiba-tiba masuk ke dalam diriku. Komitmen yang tak pernah terlisankan itu patah di tengah jalan. Ada apa denganmu, Akhi? Semua sikapmu itu membuatku dipenuhi dengan sesak yang mengundang beragam prasangka tentangmu. Bagaimana keadaanmu sekarang, Akhi?

Kamis, 14 Juli 2011

Gambar Kartun Islami.. ^^

Ini gabungan dari editan ane plus gambar-gambar karakter kartun islami yang ane rangkum dari berbagai sumber.. Semoga bermanfaat ya, Akhi wa Ukhtifillah... ^^

Selasa, 12 Juli 2011

My Boss My Hero



Sakaki Makio adalah seorang anggota dari sebuah geng Yakuza terkenal di Jepang. Dia adalah orang yang paling ahli dalam berkelahi sehingga orang-orang di dunia gelap menjulukinya dengan julukan ‘Makio si Tornado’. Dia tidak pernah kalah dalam perkelahian dengan geng manapun. Bahkan dia pernah mengalahkan satu rombongan geng di Jepang hanya dengan seorang diri saja. Sejak itulah dia selalu mendapatkan kepercayaan untuk memimpin kelompok. Dan ia kini menjadi salah satu kandidat penerus pimpinan Yakuza tersebut yang saat ini dipegang oleh ayahnya.

Makio sangatlah tidak diragukan dalam hal berkelahi. Pengikutnya selalu mempercayainya. Tapi ada satu pengganjal yang membuat ayahnya ragu untuk mengangkatnya sebagai pimpinan geng Yakuza mereka. Hal tersebut adalah permasalahan kebodohan dari Makio. Makio adalah orang yang sangat membenci sekolah. Dia bahkan tidak lulus SMP.

Korean Memories




Dinginnya malam tak mengurungkan niatku untuk tetap mengantarkan Habib ke Bandara. Salju-salju terus turun semenjak Bada Isya tadi. Namun aku sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Jika orientasinya adalah aku pada saat pertama kali menginjakkan kaki di Negeri Ginseng ini, mungkin saat ini aku sudah mimisan dan kemudian pingsan. Tapi dua tahun adalah waktu yang cukup bagiku untuk beradaptasi dengan situasi alam yang berada di sini.

Aku adalah mahasiswa dari Universitas Han Kuk, Korea. Agak jauh dari tempatku tinggal di Seoul. Sebenarnya mudah saja bagiku menemukan rumah sewa yang terletak di sekitar Universitas itu. Kenalanku sudah cukup banyak. Meski baru satu tahun merantau di negeri Korea ini. Memang dengan rutin mengikuti tarbiyah, kenalanku bisa terus bertambah banyak. Itulah yang aku senang dari mentoring atau khalaqah.

Chapter 10 - Jum'at Bahagia



Jum’at, 2 Juli 2010. Hari ini adalah kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan penelitian kami di negeri Laskar Pelangi. Sungguh pemadatan yang luar biasa. Aku sendiri tidak percaya bisa menyelesaikan satu penelitian hanya dalam kurun waktu kurang dari satu pekan saja.

Hari pertama masih kuingat kami mendapatkan pemadatan materi dari Pak Karni. Hanya sekitar dua jam saja. Malamnya langsung menentukan tema. Esok harinya, langsung menyusun kuesioner dan langsung pula mengumpulkan data. Dua hari selanjutnya digunakan untuk penafsiran data kuesioner dan penyusunan laporan, serta membuat tayangan presentasi. Dan hari ini, adalah rangkaian terakhir dari kegiatan sebuah penelitian : presentasi. Setelah melakukan presentasi, penelitian-penelitian yang berguna dan baik akan dipublikasikan agar bisa berguna bagi masyarakat atau lingkungan sosial.

Birthday Before the Day




“Fi, kamu tuh se-Fakultas sama Sischa kan..?” ucapku. Fifi adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Seingatku Sischa juga masuk ke Fakultas yang sama, di Universitas yang sama.

“Iya.. Waktu Ospek Fakultas dia menyapa waktu aku pakai baju PIRN.. Aku kira gak ada anak PIRN di Fakultasku.. Ternyata banyak.. Yang aku kenal saja hampir ada sepuluh orang.. Wah.. Wah..” jawabnya.

“Mario juga di sana, khan..?” ucap Ratna.

Chapter 8 - First Day..!




Waktu baru menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh menit. Belum ada personil Genesis yang datang lagi. Kami masih berenam. Masih mengenang masa-masa indah ketika berada di Negeri Seribu Danau, Negeri Laskar Pelangi. Kami masih bernostalgia dengan foto-foto yang terabadikan melalui kamera Dea tersebut. Kisah-kisah dari setiap foto membuat kami semakin rindu dengan kenangan masa lalu itu.

Kali ini kami melihat gambar-gambar ketika acara pembukaan PIRN. Kegiatan upacara pembukaan yang langsung disambung dengan seminar dari para pemateri ahli. Ada Bupati Bangka, Ketua LIPI, dan juga seniman Dik Doank.

Chapter 7 - Herodotus!




Pagi menerkam. Hari itu hari kedua aku menginjak tanah timah. Dingin langsung menusuk kulit. Agaknya ini jauh lebih dingin dari apa yang sering aku rasakan di Tasikmalaya. Aku membuka kedua mataku yang terasa sangat berat. Terasa sangat rapat. Waktu di handphoneku menunjukkan jam 6 pagi.

Jam 6!! Aku terkaget sehingga kepalaku hampir menyentuh tempat tidur tingkat dua di atasku. Segera aku berlari menuju kamar mandi. Aku mengambil air wudhu. Dingin sekali rasanya. Segera aku beranjak menuju asramaku lagi. Aku mencari-cari sajadah yang kemarin aku pakai untuk shalat Ashar di sini. Tidak ada.

Chapter 6 - Astra Satu!!




Bis kami menerjang sebuah jalanan rusak. Aku terjaga seketika. Tampaknya jalanan yang akan kami lalui saat ini tidak begitu bagus. Agaknya hampir 20 menit aku terlelap. Aku kemudian melihat ke sekeliling, Nuri masih terjaga. Pak Shalih masih asik berbincang dengan Pak Bambang. Kemudian aku menerawang ke luar jendela. Tampak sebuah pemandangan asing. Wilayah yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

Selang beberapa menit, kami melewati sebuah pilar. Aku tidak sanggup membaca penuh tulisan di pilar tersebut. Namun agaknya aku sedikit melihat tulisan Pemali.

Chapter 5 - Awal Sebuah Petualangan




Momen-momen yang diabadikan dalam gambar ajaib tersebut membawa angan kami kembali pada masa itu. Itulah ajaibnya kamera. Ajaibnya memori. Ajaibnya otak kita. Semua yang telah berlalu seakan terulang lagi. Kenangan-kenangan indah seminggu di pulau Laskar Pelangi bersama anak-anak Indonesia seolah tersiar ulang di memoar kami.

Kami masih menunggu kedatangan teman-teman kami yang lainnya. Mereka masih belum tampak. Akhirnya, kami memutuskan melanjutkan imajinasi kami yang menggambarkan kembali situasi kala itu. Sungguh menyenangkan memutar luas memoar tak terlupakan tersebut.

Kembali


(Fotonya numpang eksis ya.. Hehehe..)

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera untukmu semua, kawan.. ^^
Bagaimana kabarnya hari ini. Jika kita bertemu, tentu kalian akan berkata dengan mantap, “ALHAMDULILLAH, LEBIH BAIK, ALLAHU AKBAR..!” Ya, tentu saja lebih baik. Setiap insan, dapat dikatakan sebagai insan yang beruntung ketika hari ini dapat dia lalui dengan LEBIH BAIK daripada hari sebelumnya. Jika dia melalui hari yang SAMA DENGAN hari yang sebelumnya, maka dia adalah orang yang merugi. Apalagi kalau dia melalui hari yang LEBIH BURUK daripada hari sebelumnya, sesungguhnya dia adalah orang yang tercela. Ya, meskipun itu hadist dhaif, tapi kita bisa mengambil intisari dari perkataan tersebut untuk semangat kita meskipun tidak kita jadikan sebagai ushul pokok sebagai sumber fiqih. Ya gak..? Hehe..

Pertama-tama, aku mau minta maaf nih sudah lama sekali tidak mampir ke blog tercinta ini. Kalau dilihat di status postingannya, sudah hampir tiga bulan tidak mengisi lagi blog ini dengan apapun. Maaf ya.. Hehe..

Dragon Zakura - J-Dorama tentang Keajaiban Belajar



Sakuragi Kenji, 38 tahun, adalah seorang pengacara yang miskin. Dia tidak mendapatkan kepercayaan dari klien-nya, karena pada suatu hari ada sebuah majalah mengungkapkan masa lalunya sebagai seorang mantan ketua geng balap di Jepang. Kali ini dia tengah mendapatkan tugas ringan, yakni membubarkan sebuah SMA berkualitas sangat rendah di salah satu sudut kota Jepang. Nama sekolah tersebut adalah SMA Ryuuzan.

SMA Ryuuzan adalah sebuah sekolah bodoh dengan hutang menumpuk hingga milyaran yen yang terpisahkan hanya beberapa meter saja dari SMA Shumeikan, sebuah sekolah dengan kualitas pendidikan yang sangat baik. Nilai rata-rata siswa di SMA Ryuuzan adalah 36 dari 100, sedangkan nilai SMA Shumeikan adalah 74 dari 100. Sakuragi Kenji mendapatkan tugas sederhana dari atasannya untuk menyelesaikan permasalahan SMA ini.