Kamis, 28 Juli 2011

6 yang Sangat Berarti, 6 yang Selalu di Hati




Akhir Juni 2008 yang indah itu, kami dipersatukan. Wajah-wajah lugu dan polos bisa kau saksikan jika kau bersama kami kala itu. Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) SMA Al-Muttaqin yang dibuka dengan rangkaian acara Zona Ekspresi Muttaqin menjadi awal bersatunya insan-insan yang berbeda. Melebur menjadi satu makna. Mengarungi suka dan duka bersama, setidaknya hingga tiga tahun ke depan.

Awal pertemuan kami diiringi asa dan harapan yang tinggi di tempat ini. Sebuah gedung bertingkat dua yang dihiasi lorong-lorong penuh kenangan, menjadi tempat kami bersua, tertawa, menangis, menjalin cinta antarsaudara, terpekur, mengumpulkan ilmu, dan menapak sejarah. Membuat goresan-goresan sejarah yang tidak pernah kami duga sebelumnya akan terjadi. Tidak pernah kami duga sebelumnya akan kami yang menggoreskannya.

Terlahir dengan 78 jiwa, kami terbagi menjadi tiga keluarga kecil. Masing-masing keluarga kami beri nama. Keluarga nomor satu, SE X-1 Community yang terdiri dari 25 belahan jiwa kami. Keluarga nomor dua, AsyirTsani yang terdiri dari 27 belahan lainnya. Dan keluarga terakhir, diberikan nama SapuluhTilu yang terdiri dari 26 belahan lainnya.

Bersama waktu, kami mengalami berbagai kenangan manis dan menyenangkan. Umur kami belum genap satu tahun. Masa-masa lucu, menyenangkan, dan polos kami lewati sebagai awal rajutan kebersamaan kami. Liburan bersama, saling silaturahmi antaranggota keluarga, sok sibuk di acara Java Student Competition (JSC) bersama kakak-kakak kami, hingga tampil bersama di Ujian Praktek Kesenian yang sangat menyenangkan. Semua sangat jelas terukir di hati kami.

Tahun pertama kami penuhi dengan saling mengenal satu sama lain. Di sisi lain, kami mulai aktif membantu kakak-kakak kelas kami dalam beragam organisasi kampus. Kami pun mencoba untuk mulai memberikan kontribusi bagi sekolah pada tahun pertama ini. Tercatat beberapa trophy sempat kami berikan di tahun pertama ini. Semua itu membawa senyuman terhias pada wajah guru-guru kami. Dan kami sangat bahagia karenanya.

Kami sangat senang berjalan-jalan, terlebih di tahun pertama kami. Segala medan kami lewati. Pegunungan, pantai, danau, hingga kota besar sempat kami kunjungi. Di tahun pertama ini, kami melalui semuanya dengan sangat gembira. Sangat enjoy, dan sangat menikmati setiap momen yang menyenangkan ini.

Di tahun pertama ini kami melakukan perjalanan study tour ke arah Jakarta dan sekitarnya. Kami disuguhi banyak presentasi-presentasi dari Perguruan Tinggi favorit, yang kemudian menumbuhkan angan di benak kami untuk menembusnya. Kami sangat menikmati perjalanan yang menyenangkan itu. Dan kami dapatkan sedikit rasa kaget karena setelah perjalanan itu kami mendapatkan beragam tugas laporan kegiatan tersebut. Satu budaya yang mungkin kami baru mengetahuinya.

Bersama waktu pula, kami beranjak melewati umur satu tahun. Ya, kami akan melalui pengalaman-pengalaman indah lainnya di umur kedua kami. Kami pun terpecah. Tetap menjadi tiga bagian keluarga kecil, namun terdiri dari orang-orang yang berbeda. Kami berubah nama. Ada Rexona, Durian, dan Resolution. Perbedaan yang kami harap tetap mempersatukan kami.

Di umur kami yang beranjak dua tahun ini, kami mulai mengalami apa yang disebut pendewasaan. Kami dihadapkan dengan satu kenyataan bahwa di umur kedua ini kami-lah yang harus memegang amanah sebagai pemegang kepemimpinan di kegiatan kesiswaan. Beragam petualangan kami rasakan indah. Selalu indah. Kami mulai merasakan kebersamaan. Pemilu OSIS kami hadapi bersama. Tanpa terpecah. Kami berada pada satu suara. Dan itulah yang membuat kepengurusan OSIS pimpinan angkatan kami senantiasa menyenangkan.

Regenerasi tidak hanya berhenti pada OSIS saja. Perlahan, semua kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi beranjak pada kepemimpinan kami. Dan akhirnya, di tahun kedua ini kami mendapat amanah untuk memimpin roda organisasi dan kegiatan kesiswaan di SMA Al-Muttaqin. Tahun kedua ini kami lalui dengan penuh warna.

OSIS generasi kami melaksanakan beragam event. Memang, kami mengalami kendala sehingga kami harus menunda keinginan kami menyelenggarakan kegiatan JSC kedua seperti yang dipimimpin oleh kakak-kakak kelas kami dahulu. Namun kami terpaksa menggantinya dengan event lain. Akhirnya, kami mengadakan beragam kegiatan sebagai penggantinya. Mulai dari training-training, seminar, bioskop kampus, hingga kegiatan-kegiatan perlombaan kami laksanakan.

Pada masa kami, beberapa rekan kami juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan keorganisasian di luar. Beberapa di antaranya adalah Ikatan Pengurus OSIS Tasikmalaya dan Citizen Journalism Forum Priangan. Tidak kalah, beberapa bagian kami juga sukses berprestasi di bidang perlombaan akademik. Trophy perlombaan bahasa, perlombaan kesenian, Olimpiade Sains, hingga Olimpiade Olahraga berhasil kami sumbangkan kepada pihak sekolah.

Hingga di penghujung umur kami di tahun kedua, kami mendapatkan kesempatan untuk menjadi delegasi Provinsi Jawa Barat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama rekan-rekan calon peneliti se-Indonesia dalam kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional ke IX yang bertempat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kesempatan yang spesial, karena ternyata pada tahun ini hanya sekolah kami-lah yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan itu dari Provinsi Jawa Barat. Dan 6 bagian kami menjadi bagian dari kegiatan itu. Pengalaman yang manis di penghujung tahun kedua kami ini.

Singkat kata, kami beranjak pada umur kami yang semakin tua. Tahun ketiga. Saat inilah kami benar-benar mencari dan berusaha mendapat arti tentang kebersamaan. Tentang solidaritas. Tentang cinta. Tentang kekuatan. Tentang kebahagiaan. Tentang kejujuran.

Kami sedih menghadapi kenyataan bahwa kami berharap tahun ini adalah tahun terakhir kami bersama di sekolah. Harapan kami yang tentu membawa angan dan cita-cita yang tinggi. Namun di satu sisi, harapan itu harus melalui sebuah gerbang bernama perpisahan. Dilematis? Mungkin. Tapi itulah kehidupan. Dan kami belajar dengannya. Menuju proses menjadi lebih dewasa.

Pada tahun ketiga inilah kami benar-benar merasakan indahnya kebersamaan. Meski terkadang kami berbeda pandangan. Meski terkadang hawa panas karena amarah menyelimuti relung hati. Meski adakalanya hati kami saling terluka. Namun di akhirnya, kami tetap bersama.
  
Wisuda Purnasiswa Keenam SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya



Tiga tahun bersama rasanya cukup bagi kami untuk dapat saling mencintai. Kebersamaan yang indah memberikan pesona jiwa yang bijaksana dan dewasa.

Semangatlah, kawan! Biarlah ukhuwah ini menjadi ibarat satu janji yang dibuat di hati. Tidak dapat ditulis, tidak dapat dibaca. Namun takkan terpisahkan oleh jarak, takkan berubah oleh masa. Sedetik di mata, selamanya di jiwa. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai dan merahmati kita, kawan!

“Kamu sangat berarti, istimewa di hati.. Slamanya rasa ini… Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini..!”

0 comments:

Posting Komentar