Selasa, 12 Juli 2011

Dragon Zakura - J-Dorama tentang Keajaiban Belajar



Sakuragi Kenji, 38 tahun, adalah seorang pengacara yang miskin. Dia tidak mendapatkan kepercayaan dari klien-nya, karena pada suatu hari ada sebuah majalah mengungkapkan masa lalunya sebagai seorang mantan ketua geng balap di Jepang. Kali ini dia tengah mendapatkan tugas ringan, yakni membubarkan sebuah SMA berkualitas sangat rendah di salah satu sudut kota Jepang. Nama sekolah tersebut adalah SMA Ryuuzan.

SMA Ryuuzan adalah sebuah sekolah bodoh dengan hutang menumpuk hingga milyaran yen yang terpisahkan hanya beberapa meter saja dari SMA Shumeikan, sebuah sekolah dengan kualitas pendidikan yang sangat baik. Nilai rata-rata siswa di SMA Ryuuzan adalah 36 dari 100, sedangkan nilai SMA Shumeikan adalah 74 dari 100. Sakuragi Kenji mendapatkan tugas sederhana dari atasannya untuk menyelesaikan permasalahan SMA ini.


Semua berjalan mulus, hingga Sakuragi mendapatkan ilham untuk mengubah keadaan. Dengan kegilaan, disiplin, keberanian ala kepala geng serta intelektual seorang pengacara miliknya, dia bertekad untuk menjadikan SMA Ryuuzan ini menjadi SMA percontohan di Jepang. Caranya, dia akan memasukkan siswa di SMA Ryuuzan ke Tokyo Daigaku (Todai) atau Tokyo University, sebuah Universitas nomor satu di Jepang dan bahkan menjadi salah satu Universitas terbaik di dunia. Sebuah universitas yang menjadi simbol kecerdasan bagi masyarakat Jepang.

Langkah yang Sakuragi ambil adalah dengan mendirikan sebuah kelas khusus persiapan menuju Todai. Pada awalnya dia samasekali tidak mendapatkan dukungan di SMA Ryuuzan. Baik itu dari gurunya, maupun dari para muridnya. Mereka semua menganggap bahwa Sakuragi hanyalah pengacara gila yang hanya bisa mengatakan tentang hal-hal yang tidak berguna. Namun dengan berbagai cara, akhirnya dia berhasil mendapatkan empat orang siswa.

Target pertama yang dia dapatkan adalah seorang pemuda pemain terompet bernama Yajima Yuusuke. Dia adalah seorang anak yang memiliki dendam terhadap sosok ayah. Ayahnya pergi meninggalkannya dan ibunya bersama dengan hutang yang sangat melimpah. Dengan caranya, Sakuragi berhasil meyakinkan Yuusuke bahwa Todai adalah hal yang bisa merubah hidupnya.

Bersama Yuusuke, Sakuragi mendapatkan dua orang lagi. Yang pertama adalah Ogata Hideki, seorang gitaris yang merupakan teman band Yuusuke. Satu orang lagi adalah Kousaka, pacar Yuusuke. Mereka berdua adalah pengikut Yuusuke. Dan mereka mengikuti kelas khusus hanya untuk mengikuti Yuusuke. Satu orang lagi adalah Maki. Dia ingin masuk ke Todai agar ia bisa terkenal dan mengalahkan sahabatnya yang kini telah menjadi artis yang terkenal.

Agar bisa menyelesaikan misinya, Sakuragi harus bisa memasukkan lima orang siswa SMA Ryuuzan ke Todai. Dia masih memerlukan satu orang murid lagi. Adalah seorang Mizuno Naomi yang menjadi siswa kelima di kelas khusus persiapan ke Todai di SMA Ryuuzan. Dia adalah anak seorang pemilik kedai malam. Ayahnya telah meninggal. Ibunya kini menjadi pemilik kedai yang harus melayani banyak pelanggan dengan berbagai keinginan. Dia ingin mengubah pandangan dunia tentangnya. Dia ingin membuktikan bahwa seorang siswi di SMA Ryuuzan juga berhak memiliki masa depan.

Bersama kelima orang tersebut, Sakuragi memulai persiapan menuju ke Todai. Hal pertama yang dibidik oleh Sakuragi adalah mental, sikap, dan karakter siswa-siswinya. Karakter Sakuragi yang keras, dingin, dan disiplin kepada siswa-siswinya membuat dia sangat dibenci oleh siswa-siswinya. Namun perlahan tapi pasti, semua muridnya tersebut memahami bahwa semua yang dilakukan Sakuragi adalah baik untuk mereka.

Dalam perjalanannya, Sakuragi mendapatkan satu lagi siswa untuk di kelas khusus. Dia adalah Okuno. Okuno adalah seorang siswa di SMA Ryuuzan yang memiliki saudara kembar tidak identik di SMA Shumeikan. Saudara kembarnya tersebut tengah dalam persiapan untuk masuk ke Todai. Kedua orangtuanya sangat menyayangi saudara kembarnya, tetapi tidak dengan dia. Akhirnya Okuno berontak, dan ingin membuktikan kepada keluarganya bahwa dia juga bisa masuk ke Todai.

“Seorang guru yang baik, bahkan jika muridnya tidak mampu melakukan sesuatu, dia akan terus membantu muridnya belajar dan mempercayai mereka. Dan kemudian dia akan memberikan kemerdekaan bagi mereka. Alih-alih memanjakan mereka, dia akan melakukan apapun yang dia bisa sehingga muridnya bisa memanjat dinding dengan sendirinya. Kemudian mereka akan berpikir sendiri, memutuskan sendiri, dan bergerak maju dengan sendirinya.” Ucapnya pada suatu adegan.

Beragam masalah dan rintangan yang menghalangi Sakuragi tak membuatnya menutup kelas khusus. Meskipun mereka tidak diperdulikan lagi oleh semua orang, tapi mereka tetap melaju dan fokus terhadap satu tujuan mereka : Tokyo Daigaku.

Film ini menceritakan tentang perjalanan Sakuragi bersama enam orang murid kelas khususnya untuk masuk ke Tokyo Daigaku semenjak awal kelas tiga hingga akhir tahun pelajaran. Film ini menceritakan tentang keajaiban proses belajar. Pesan moral yang ditunjukkan dalam film ini sangatlah bagus. Bahwa semuanya tidak ada yang ajaib. Bahwa yang terpenting adalah proses. Namun hasil yang optimal juga sangatlah penting.

Dalam islam, Imam Besar Hassan Al-Banna pernah mengatakan : “Allah tidak menuntut hasil kerja, tetapi benarnya orientasi dan baiknya persiapan. Setelahnya, bila kita keliru, maka kita akan mendapat pahala kerja yang sungguh-sungguh. Dan bila kita benar, maka kita akan mendapat pahala dan keberhasilan. Ketahuilah bahwa Allah beserta kita dan tidak akan menyia-nyiakan amalan kita. Dan sesungguhnya, kemenangan adalah milik orang-orang yang bekerja.”

Kutipan tersebut mungkin sangat cocok dengan keadaan dalam film ini. Film ini sekilas mengkritik tentang perspektif masyarakat Jepang yang menganggap Tokyo Daigaku adalah dinding besar yang jika mereka mampu melewatinya maka kesuksesan akan menanti mereka. Dan hanya orang-orang yang sudah ditakdirkan pintar-lah yang berhak dan mampu masuk ke Todai. Padahal, dengan kerja yang tekun dan semangat yang tinggi, semuanya mungkin saja terjadi.

Perlu kebijaksanaan untuk menonton film ini. Pada akhirnya, film ini mampu memberikan banyak motivasi dan inspirasi bagi siapapun yang menontonnya. Ambil yang baik, buang yang buruk.

Ganbatte Kudasai!

Muhfat Ali

0 comments:

Posting Komentar