Selasa, 12 Juli 2011

My Boss My Hero



Sakaki Makio adalah seorang anggota dari sebuah geng Yakuza terkenal di Jepang. Dia adalah orang yang paling ahli dalam berkelahi sehingga orang-orang di dunia gelap menjulukinya dengan julukan ‘Makio si Tornado’. Dia tidak pernah kalah dalam perkelahian dengan geng manapun. Bahkan dia pernah mengalahkan satu rombongan geng di Jepang hanya dengan seorang diri saja. Sejak itulah dia selalu mendapatkan kepercayaan untuk memimpin kelompok. Dan ia kini menjadi salah satu kandidat penerus pimpinan Yakuza tersebut yang saat ini dipegang oleh ayahnya.

Makio sangatlah tidak diragukan dalam hal berkelahi. Pengikutnya selalu mempercayainya. Tapi ada satu pengganjal yang membuat ayahnya ragu untuk mengangkatnya sebagai pimpinan geng Yakuza mereka. Hal tersebut adalah permasalahan kebodohan dari Makio. Makio adalah orang yang sangat membenci sekolah. Dia bahkan tidak lulus SMP.


Untuk menjadi pimpinan Yakuza, ayahnya memberikan syarat kepadanya untuk bersekolah di kelas 3 SMA dan lulus. Itu syarat yang diajukan oleh ayahnya untuk mengangkat Makio sebagai pimpinan geng Yakuza mereka.

Dengan terpaksa, Makio mengikuti keinginan ayahnya. Dia masuk ke kelas 3-A di SMA St. Angel. Kepala sekolah di SMA tersebut adalah rekan kecil ayahnya Makio. Dan orang itu adalah satu-satunya orang yang mengetahui identitas Makio yang sesungguhnya di instansi tersebut.

Mulanya Makio merasa sangat jenuh dan bosan berada di sekolah. Terlebih dengan kapasitas intelektualnya yang memang jarang dilatih. Dia samasekali tidak mengerti apapun yang dibicarakan oleh guru-gurunya di sekolah. Ditambah lagi dengan sikap teman-teman sekelasnya yang mengolok-olok kebodohannya. Dia semakin tertekan di sana.

Namun perlahan dia mulai mendapatkan kesenangan dalam menjalani kehidupan di sekolah. Dia dipertemukan dengan sahabat yang baik bernama Sakurakoji. Mulanya, dia adalah satu-satunya teman Makio di sekolah.

Semuanya menjadi sangat berubah ketika Makio memberanikan diri untuk menjadi pimpinan di kelas 3-A.Dia mulai banyak belajar tentang sulitnya mengatur orang dengan sukarela. Selama di Yakuza, dia dengan mudah dapat mengatur semuanya melalui kekuatan dan kekuasaanya. Tapi di kelas 3-A, dia merasa sangat sulit untuk dapat mengatur semuanya.  Dia ingin menjadi pemimpin yang baik bagi kelas 3-A.

Dengan caranya, perlahan tapi pasti Makio berhasil mempersatukan kelas 3-A yang memang selalu sibuk dengan urusan masing-masing. Makio yang selalu fokus dan berani berkorban bagi semua anggota kelasnya. Untuk pertama kalinya dia mendapatkan hati dari seluruh anggota kelasnya, tanpa kekerasan. Dia telah menjadi seorang pemimpin kelas yang baik.

Film ini bercerita tentang perubahan pada diri seorang berandalan menjadi seorang pemimpin yang baik. Memberikan pesan bahwa tidak semuanya akan berjalan sesuai dengan bayangan kita. Apa yang mulanya kita benci, bisa jadi itu adalah yang terbaik bagi kita. Apa yang mulanya sangat kita tidak senangi, bisa jadi itu adalah pelajaran yang sangat baik untuk pembentukan diri kita.

Meskipun pada akhirnya Makio tidak berhasil lulus dari SMA St. Angel, tapi ada banyak hal yang dia pelajari. Dan dia telah memberi arti bagi semua teman-teman sekelasnya. Dia telah terukir dalam hati teman-temannya, bahwa dia adalah pemimpin bagi teman-temannya. Teman-temannya telah mengetahui bahwa Makio adalah salah seorang pimpinan dari Yakuza Jepang. Tapi  itu tidak merubah fakta bahwa mereka telah mencintai Makio.

Persahabatan yang digambarkan di film ini sangat kental. Dengan kebijaksanaan dari penonton, film ini bisa menjadi salah satu film yang direkomendasikan untuk ditonton.

Ganbare..!

Muhfat Ali




0 comments:

Posting Komentar