Kamis, 11 Agustus 2011

Emotional and Spiritual Quotient
Character Building Training
Universitas Indonesia 2011

Ksatria UI... Go, go, go!
Ksatria UI... Fight, Fight, Fight!
Ksatria UI... Win, Win, Win!
ESQ.. YES!
UI... Luar Biasa!

Pekik UI!!
Kepal jari jadi tinju!
UI, UI, Kampusku!
Bersatu Almamaterku..!
UI..!!



Deru semangat bergelora di gedung Balairung UI, gedung yang sangat bersejarah dan sudah menjadi saksi ribuan pemimpin bangsa dilahirkan. Hari ini, di salah satu kampus tertua Indonesia ini, diadakan kegiatan Character Building Training (CBT) bagi Mahasiswa Baru UI tahun 2011 yang merupakan kerjasama dari pihak Universitas Indonesia dengan pihak Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) 165. Bagi saya pribadi, training ini menjadi training ESQ pertama.


Kegiatan ini sebenarnya sudah dimulai semenjak dua hari yang lalu. Mahasiswa Baru 2011 dibagi menjadi tiga kelompok besar. Dua kelompok yang beragama islam, dan satu kelompok yang nonislam. Nah, pelaksanaan hari ini adalah untuk gelombang kedua training ESQ khusus mahasiswa yang beragama islam.

Acara dibuka dengan sambutan yang luar biasa dari Pak Rektor tercinta, Prof. Dr. der Soz. Gumilar Roesliwa Sumantri. Mungkin bisa dibilang, kuliah umum. (Hehe) Soalnya, semua aspek dibahas! Mulai dari peduli lingkungan, sosial-politik, sejarah bangsa, sejarah dunia, motivasi mahasiswa, hingga (yang dinanti-nanti) presentasi kampus Universitas Indonesia! Nah, yang terakhir ini yang paling dinanti sama anak-anak Maba UI. Soalnya, presentasi yang disediakan itu terkait fasilitas-fasilitas terbaru dan rancangan penambahan fasilitas-fasilitas lainnya untuk menjadikan UI sebagai kampus Internasional! O_O

Well, lets back to the topic! Hehe.

Ya, di training ESQ pertama buat gue ini, gue ngedapetin sesuatu yang bener-bener berkesan. Bener-bener jadi motivasi buat diri ini untuk dapat bertindak lebih baik lagi. Untuk dapat beramal dengan niat yang lebih lurus lagi. Untuk dapat lebih dekat lagi sama pencipta diri gue ini.

Dan dari training ini, gue baru tau kalo dasar-dasar ESQ itu diambil dari sebuah tafakur atas hadits shahih yang bunyinya begini :

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“.  Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata:  “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda:  “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “.
(Riwayat Muslim)
Pastinya kita semua udah tahu tentang hadits tersebut kan? Dan dari SD juga kita udah bisa ngambil kesimpulan dari hadits tersebut bahwa :
1. Rukun Islam itu syahadat, shalat, puasa, zakat, naik haji.
2. Rukun Iman itu beriman kepada Allah, Malaikatullah, Rasulullah dan Nabiyullah, Kitabullah, Hari Akhir, Qada dan Qadar.
3. Ihsan itu beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau.

Tapi itu ringkasan sederhana. Dan sangat sederhana, sehingga gue menyadari betapa sia-sianya hidup gue memaknai hadits luar biasa itu dengan sangat sempit. Di ESQ ini, kita akan membahas tiga potensi yang dikendalikan oleh tiga kecerdasan : IQ, EQ, dan SQ. Tiga kecerdasan itu sebenarnya memiliki inti, yakni SQ. Hanya saja, kebanyakan manusia hanya mengasah IQ-nya saja sehingga dua potensi besar lainnya itu tidak tertangkap dan tidak terlatih.


SQ, berpusat pada God Spot. Yang ditafsirkan sebagai suara hati, nilai-nilai mulia, nilai-nilai murni yang dimiliki oleh setiap manusia. Dan pada hakikatnya, nilai-nilai tersebut adalah pemberian dari Allah, yang memiliki Asmaul Husna. Setiap kita, memilikinya.


EQ, disebandingkan dengan apa yang disebut Iman. Ada enam principle yang mengelilingi God Spot : Star Principle, Angle Principle, Leadership Principle, Learning Principle, Vision Principle, dan Well Organized Principle. Setiap pointnya memiliki penjelasan yang luar biasa.


IQ, berada di barisan paling luar, mengelilingi potensi SQ dan EQ. Ada lima point dari IQ yang harus senantiasa kita latih. Mission Statement, Character Building, Self Control, Strategic Collaboration, dan Total Action.

Acara training yang berlangsung selama dua hari itu dipenuhi dengan isak tangis dan senyum bahagia. Gue pribadi selalu nangis dalam setiap renungan yang sangat sering di acara training itu. Banyak banget mengajarkan gue tentang Allah. Membuat gue takut sama Allah, tapi sekaligus mencintaiNya. Membuat gue sangat menginginkan syurgaNya. Dan yang paling berkesan, membuat gue sangat merindukan Rasulullah SAW. Allahumma Shalli wa sallim alaik.

Di akhir kegiatan, ada satu momen yang gak bakal pernah gue lupain. Satu momen yang saat itu, gue sangat merasakan keagunganNya. Satu momen yang gue ngerasa gue udah mendapatkan satu kemenangan. Satu momen yang ngebuat gue sangat bersyukur, dan terpicu untuk menjadi muslim yang jauh lebih baik lagi.

Kak Firdaus, trainer utama kegiatan itu, tiba-tiba merunduk setelah sebelumnya mengisi satu fase yang menyenangkan. "Sebelum kita semua mengakhiri kegiatan terakhir kita hari ini, dengan segala hormat," ucapnya seraya membungkukkan badan. "kakak ingin memanggil Chandra dari Fakultas Teknik untuk maju ke depan.."

Ada apa ya? Ah paling juga testimoni, pikir gue.

Tak lama kemudian maju ke depan dua sosok pemuda. Mahasiswa baru. "Lho, ada dua ternyata ya.." ucap Kak Firdaus disambut dengan tawa ringan dari para peserta.

"Oke, untuk kamu," ucapnya seraya memegang pundak salah seorang 'Chandra'. "Dapat hadiah saja ya, soalnya yang kakak maksud yang ini.." lanjutnya seraya memegang pundak 'Chandra' yang lain.

"Oke, Chandra.. Boleh nggak, kamu berikan testimoni kepada teman-teman kamu disini, tentang latar belakang kamu serta pengalaman yang kamu dapatkan.." ucapnya dengan gaya sok imut yang mengesalkan. (hehe, bercanda.. ^^v)

Chandra terlihat malu. Sangat malu. Dia tersenyum sendiri. Kemudian terlihat mereka berdua (Chandra dan Kak Firdaus) bercakap-cakap sejenak tanpa pengeras suara. Agaknya Kak Firdaus mencoba meyakinkan Chandra untuk bicara. Akhirnya, Chandra setuju.

"Baiklah.. Selamat sore semuanya...." ucap Chandra yang disambut jawaban dari semua peserta. Selamat sore? Kok, bukan Assalamu'alaykum?, batin gue.

"Saat ini, kawan-kawan semua.. Saya adalah nonmuslim......" ucapnya dengan agak berat. Kami semua terkejut. Ada satu orang nonmuslim yang mengikuti kegiatan ini. Padahal seharusnya kegiatan ini adalah khusus untuk Maba muslim.

"Dan setelah ini......" lanjutnya. "Saya..... Saya.... Akan masuk ke agama Islam..."

Tess. Satu tetes air mata gue gak kuasa tertahan di pelupuk mata gue melihat kejadian yang baru pertama kali gue alami ini. Mulut tak kuasa untuk tidak bertakbir. "Allaaaahu Akbaar..!!" teriak gue tiba-tiba seraya mengepalkan tinju ke langit. Suara gue itu tertutup oleh gemuruh tepuk tangan dari seluruh peserta training ESQ.

"Allaaaahu Akbaar..!!! Allaahu Akbaar..!!"

Tak berapa lama, Balairung UI bergetar oleh suara takbir yang sangat akbar. Gemuruh takbir dari sekitar 2500 mahasiswa baru Universitas Indonesia tahun 2011 karena terpikat oleh rasa haru dari pemandangan yang didapat di depannya ini. Allahu Akbar!

Chandra langsung mendapatkan tawaran dari Pak Ary Ginanjar (CEO ESQ 165) untuk mengikuti ESQ Training level Eksekutif di bawah binaan beliau secara gratis. Subhanallah. Maha Suci Engkau. Maha Besar Engkau yang bisa dengan mudah membolak-balikkan hati. Kukuhkanlah hati ini untuk senantiasa berada di jalanMu, ya Rabb. 

Detik itu juga hati gue terenyuh. Allah. Betapa gue jadi sangat merindukan Allah. Betapa gue jadi sangat terpicu untuk menjadi muslim yang jauh lebih baik lagi. Dia memberi hidayahNya dengan mudah kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Saat itu juga, tersirat setitik rasa 'iri' dalam hati. Tapi kemudian langsung tertutup oleh rasa syukur yang teramat sangat. Betapa semua yang udah gue punya hari ini, yang udah Allah berikan sampai hari ini, teramat sangat berharga untuk sebuah rasa iri. Hanya syukur mendalam yang pantas dikeluarkan untuk semua ini.

Dua hari ini menjadi salah satu dari hari-hari yang paling berkesan buat gue. Kesan yang baik, untuk mengubah sikap gue. Untuk membuat diri gue menjadi insan yang lebih baik lagi. Insan Muttaqin. Bekal yang cukup baik untuk petualangan gue di kampus perjuangan, di tahun-tahun mendatang.

Pekik UI!
Kepalkan jari jadi tinju..!
UI, UI, kampusku!
Bersatu Almamaterku..!
UI..!! 

Bogor 11 Ramadhan 1432 H,
23:55 WIB (beberapa menit setelah gue nyampe ke rumah dari kampus, hehe)
dengan rasa letih yang terkalahkan oleh semangat ingin berbagi

Muhfat Ali

0 comments:

Posting Komentar