Selasa, 16 Agustus 2011

OKK UI 2011...
Peduli Indonesia, Totalitas Pengabdian!


First Day
Hari yang cerah itu menjadi awal langkah kami di Universitas Perjuangan, Universitas Indonesia. Kami adalah Mahasiswa Baru Universitas Indonesia tahun 2011. 12 Ramadhan menjadi saksi satu langkah yang telah kami tegakkan di kampus perjuangan ini. Menjadi saksi atas ikrar yang telah lantang kami haturkan untuk negeri ini tercinta.

Kegiatan OKK (Orientasi Kehidupan Kampus) UI 2011 adalah kegiatan pengenalan atmosfer kampus semenjak dini yang diadakan resmi dalam rangkaian kegiatan awal untuk Mahasiswa Baru (Kamaba) UI 2011. Jumat pagi itu, kami memulai acara dengan rangkaian kegiatan awal dari rektorat UI. Bisa dibilang, acaranya cukup membuat air mata ini terus menerus keluar, karena kantuk yang luar biasa.

Banyak sebenarnya, kritik untuk kegiatan awal ini. Pertama, sound yang lemah sehingga tidak terdengar hingga ke luar. Padahal beberapa Mahasiswa Baru terpaksa duduk di daerah luar balairung karena tidak mendapatkan tempat di dalam. Tentu sangat sulit untuk menangkap maksud pemateri-pemateri. Apalagi yang sudah terbiasa dengan sound dari ESQ yang sangat dahsyat kencangnya beberapa hari yang lalu.

Kedua, pemateri cenderung kurang interaktif dalam penyampaian dua materi yang sebenarnya sangat penting ini. Pemateri pertama adalah perwakilan TNI untuk menjelaskan kepulauan terdepan di Indonesia serta beragam potensinya, pemateri kedua adalah CEO dari salah satu perusahaan berkelas dunia milik Swedia. Tapi dalam penyampaiannya, materi belum dikemas dengan kemasan yang menarik perhatian sebagian besar Maba.Apalagi pemateri kedua, dengan bahasa Inggris-nya. (Gw gak ngerti soalnya! Gkgkgk..)


Oke, setelah Jum'atan, kami baru masuk ke rangkaian kegiatan yang di desain oleh panitia OKK. Ketika tiba di balairung, kami disambut dengan alunan musik jalanan yang tak kalah merdu dari pemusik-pemusik profesional. Mereka menyanyikan beberapa lagu, diantaranya lagu-lagu daerah Indonesia. (Aah, lagi-lagi itu mengingatkan gue ke acara PIRN tahun lalu.. Hiks..)

Materi pertama yang diberikan adalah talk show yang melibatkan presenter Metro TV, Prabu Revolusi, sebagai MC di kegiatan tersebut. Ketika mas Prabu masuk ke dalam ruangan balairung, tiba-tiba barisan akhwat (perempuan) bersorak dengan ramai. Agaknya memang mas Prabu memiliki banyak fans di Maba 2011 ini. Padahal kan dia gak jauh lebih ganteng daripada gue. (Gubraaag!)

Di acara itulah, kami mulai diperkenalkan dengan semangat-semangat mahasiswa. Bahwa mahasiswa adalah sebuah agent of change. Bahwa mahasiswa adalah sebuah architect of change Bukan sekedar tools of change. Pada era saat ini, mahasiswa masih terlihat sebagai tools of change. Indikatornya, kita belum bisa memikirkan tiga atau empat langkah berikutnya setelah tujuan mahasiswa tercapai. Itu kata salah satu pemateri kami, seorang aktivis dari Fakultas Hukum.

Acara-acara berikutnya semakin penuh dengan nasionalisme. Semakin penuh dengan bentuk-bentuk pengabdian kepada negara. Semakin penuh dengan bentuk-bentuk kontribusi nyata terhadap rakyat.


"Buat apa masuk kampus Rakyat, kalau bukan untuk rakyat?! Apalagi enggan menyebutkan dirinya bagian dari rakyat..?!!" Bang Ijonk, Vice President of BEM UI 2011.

Gema kalimat yang menyiratkan sebuah totalitas pengabdian itu lantang terdengar dari Bang "Ijonk" Arif, mahasiswa Sastra Indonesia yang juga seorang wakil presiden BEM Universitas Indonesia. Dengan semangat mahasiswa yang sangat tinggi, kami dibekali beragam dorongan tentang pengaruh mahasiswa yang besar terhadap rakyat.

"Kalau jaket hijau, jaket biru, jaket merah turun ke jalanan, itu tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap apapun.. Tapi kalau Jaket Kuning turun ke jalanan, pasti ADA YANG SALAH dengan negeri ini!" ucap salah soerang panitia dengan pesan yang dalam. Dalam acara ini, kami benar-benar didoktrin bahwa mahasiswa adalah bagian dari perubahan. Bagian dari pembangunan peradaban. Bagian dari solusi.

Hari itu ditutup dengan penempelan tugas "Surat Cinta buat Indonesia" yang sudah ditugaskan sebelumnya, sehingga membentuk hamparan surat berwarna merah dan putih yang sangat panjang. Luar biasa.

Hari itu sangat mengesankan. Sangat menarik. Sangat menambah ilmu. Hanya saja, ada sedikit kekeliruan ketika presensi akhir hari pertama sehingga banyak sekali mahasiswa yang terlambat dalam mengerjakan shalat Asharnya. Ckckck...

Second Day
Awal 13 Ramadhan ini dipenuhi dengan beragam dugaan di dalam hati. Akan jadi seperti apa OKK di hari ini ya?

Seperti biasa, para mahasiswa terkumpul di lapangan parkiran untuk mengisi presensi kehadiran mereka. Tiba di dalam balairung, kami dihadapkan dengan beberapa sambutan terlebih dahulu sebelum melaju ke langkah selanjutnya : pengenalan Lembaga di UI.

UI, seperti yang dijelaskan di artikel IKM UI beberapa waktu yang lalu (Kalo belom baca, lo cari aja postingnya di blog ini.. Hehe) memiliki sebuah sistem layaknya sistem kenegaraan. IKM, adalah representasi dari Indonesia. Tentunya memiliki beragam aturan-aturan yang harus ditaati.

Hari itu, seluruh petinggi-petinggi kelembagaan di kampus berkumpul di aula dan memberikan pemaparannya tentang kelembagaan di UI itu sendiri. Lembaga-lembaga legal yang disahkan oleh Rektor kita tercinta, pak Gumilar R. Soemantri.

Mulai dari satu anggota MWA per yang harus menjadi perwakilan dari ribuan suara mahasiswa , hingga persentasi dari BEM yang 'keren'. (Satu hal, mereka semua yang presentasi itu orator! Wuih, ngomongnya pada berapi-api, penuh semangat dan energi. Tak jarang mengajak kami turut berteriak serta bersama mereka.)

Usai pengenalan Lembaga-lembaga di UI, kami mendapatkan satu lagi pelajaran berharga. Kami belajar tentang kebersamaan angkatan.


"Berapa Jumlah Kaliaan..??" ucap Bang Ijonk.
"Satuu..!!!"

Kami, sekitar 5000 Mahasiswa Baru Universitas Indonesia tahun 2011 kelas S1-Reguler, diharuskan membentuk huruf "O-K-K" dengan barisan kami di ruangan bawah balairung yang sempit (Hahaha.. Becanda, gede banget malahan. Tapi, bayangin aja, 5000 kepala yang susah diatur harus ngebentuk formasi khusus dengan ruangan yang sebesar itu? hehe).

Tidak hanya itu, para panitia saling mencengkram diri mereka dan berlari-lari mengintimidasi dengan mengepung kami dari luar. Dalam sejenak, pikiran kami menjadi terpusat pada satu arah, satu tujuan : membentuk "OKK"!

Solidaritas kami semakin muncul ketika salah seorang dari bagian kami ditarik paksa oleh panitia. Kami langsung menyerbu panitia dan melepaskan kembali 'tawanan' tersebut. Sedikit intermezzo, selama di barisan gue ngedengerin beberapa Maba ngobrol. Kira-kira gini omongannya : "An**it.. Serius, gue seneng banget di Universitas ini! Haha.. Seumur-umur, baru di Universitas ginian doang gue bisa mukul senior dengan bebas! Hahaha.." ucapnya. Aku tersedak ngakak. (hehe) Kalau dipikir-pikir, kasihan juga ya kakak-kakaknya.

Dalam waktu setengah jam, kami bisa membentuk barisan kami menjadi bentuk "O-K-K" yang terlihat dari atas. Dua puluh detik kemudian, kami diharuskan membentuk angka "1-1" dengan beratapkan kertas asturo berwarna merah dan putih. Kami terlihat seperti bendera raksasa yang berada di dasar lantai Balairung.

Mahasiswa, memberikan satu definisi yang sangat luar biasa. Salah seorang kakak angkatan gue pernah cerita. Katanya, waktu itu dia lagi mau turun ke jalan buat memperjuangkan rakyat dalam sebuah peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Kala itu dia melewati sebuah daerah dekat Istiqlal. Dia melihat kumpulan kakek-kakek yang tengah memunguti sampah terdiam sejenak melihat bus yang datang mendekati mereka. Tiba-tiba mereka mengepalkan tangan dan berteriak......


"HIDUP MAHASISWA..! HIDUP MAHASISWA..!!"

Subhanallah. Detik itu juga hati ini langsung terenyuh. Sejak hari ini, gue adalah yang mereka harapkan. Sejak hari ini, gue adalah pelayan bagi kesejahteraan mereka. Pengabdi masyarakat. Tentu tak menghilangkan esensi bahwa semua itu gue lakukan buat RidhoNya.

Betapa seruan para pemungut sampah itu menunjukkan bahwa Mahasiswa-lah yang selalu menjadi harapan mereka. Yang mereka harapkan akan membawakan perubahan bagi kehidupan mereka. Apakah kepada pemerintah mereka berharap? Apakah kepada anggota dewan mereka berharap? Mahasiswa! Ya, kita adalah seorang yang diberi amanah untuk memberi kontribusi bagi perubahan rakyat. Menjadi lebih adil dan sejahtera.


"Jangan pernah letih mencintai UI, teman-teman. Dan jangan pernah lelah, mencintai Iindonesia.." Bang Maman Abdurrakhman, President of BEM UI 2011.

Muhfat Ali
16 Ramadhan 1432 H

*sebenernya hari ini PSAF (Pengenalan Sistem Akademik Fakultas) atau mungkin lebih famous dengan kata-kata 'Ospek' Fakultas sesi terakhir di bulan Ramadhan sudah selesai. Tapi gue terlalu ngantuk buat cerita. Buat ngetk. (Hampir) setiap hari gue nyampe ke rumah paman jam sepuluh malem. Sejak awal beres ESQ. Aduuuh.. :P

0 comments:

Posting Komentar