Senin, 12 November 2012

Proyek Masa Depan Antikorupsi


http://3.bp.blogspot.com/_e14rDYWl20U/TMDtXx9aU7I/AAAAAAAAAHg/syFEfVYaVJk/s1600/Kepalan+tangan+syahid+mappaladeng.jpg

Menghancurkan sebuah budaya yang sudah tertanam dalam masyarakat bukanlah hal yang mudah, terlebih menanamkan nilai baru bagi masyarakat. Ini akan menjadi sama sulitnya seperti memaksa masyarakat Indonesia untuk tidak memakan nasi. Bahkan bisa jadi jauh lebih sulit. Penanaman nilai serta budaya sosial yang terjadi di masyarakat harusnya tertanam semenjak kecil. Semenjak manusia masih menjadi kertas putih, yang tinggal diisi warna-warna serta goresan-goresannya.

Minggu, 11 November 2012

Inspirasi Gerakan Indonesia Mengajar


“Tujuan dari pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia” – Muhammad Hatta

http://4.bp.blogspot.com/-LLOi4InNQR8/T6ix54KThPI/AAAAAAAACHM/p7i0-wqUS-w/s1600/Gerakan+Indonesia+Mengajar.jpg


Beberapa bulan ke belakang, diberangkatkan sekitar 72 pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengabdikan dirinya ke berbagai pelosok di Indonesia. Gerakan Indonesia Mengajar, sebuah gerakan sosial yang cukup menjadi fenomena di dunia pendidikan hari ini. Gerakan Indonesia Mengajar merupakan sebuah karya besar yang kaya akan inspirasi. Di sisi lain, dengan kondisi pendidikan Indonesia hari ini, Gerakan Indonesia Mengajar merupakan sebuah tamparan bagi pemegang sistem pendidikan di Indonesia.

Minggu, 26 Agustus 2012

Dakwah Kampus


Memetik Saripati Cinta, Dakwah pada Era Rasulullah SAW dan Setelahnya

Manusia itu bukan siapa-siapa awalnya. Dia adalah seorang yatim piatu semenjak umurnya yang baru menginjak tahun keenam. Keturunannya memang baik. Dia adalah cucu dari seorang pemimpin Mekkah, seorang penjaga Ka’bah. Ayah dan Bundanya adalah orang terhormat yang merupakan pasangan paling tampan dan cantik di eranya. Tapi, manusia itu bukan siapa-siapa awalnya. Ayahnya meninggal ketika dia masih dalam kandungan Ibundanya tercinta. Menginjak umur keenam, Ibundanya tercinta meninggalkannya. Tak lama kemudian, kakeknya yang menyusul anak serta menantunya meninggal dunia. Dia bukan siapa-siapa awalnya. Ya, dia hanya seorang yatim piatu.

Rabu, 15 Agustus 2012

National Leadership Camp !

Awal bulan Juli ini ane mendapatkan sebuah nikmat yang luar biasa. Ane terdaftar sebagai salah seorang santri sekaligus penerima beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri. Hanya ada tiga puluh orang di UI yang mendapatkan kesempatan luar biasa ini. Disini, kami akan dibina untuk menjadi pemimpin di masa depan, mengisi pos-pos strategis untuk Indonesia yang lebih baik, dengan selalu menggenggam erat empat jati diri di hati kami : Aktivis Islam, Aktivis Pergerakan, Mahasiswa Berprestasi, dan Menjunjung tinggi nilai-nilai Kebersamaan dan Kekeluargaan.

Pertengahan bulan Juli lalu, ane mendapatkan kesempatan luar biasa lagi dari PPSDMS. Bersama para Ksatria UI, ane mengikuti sebuah rangkaian kegiatan akbar tahunan PPSDMS : NLC atau National Leadership Camp. Dalam acara yang diselenggarakan selama satu pekan ini, ane mendapatkan kurang lebih dua belas materi formal dengan kurang lebih tiga belas pembicara nasional. Insya Allah, kali ini ane akan membagi hikmah yang tersirat dan tersurat dalam dua belas materi luar biasa tentang Indonesia yang lebih baik tersebut.


Simpan Pendidikan Sebagai Prioritas (Lagi) !


sumber : http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20120713_070159_RUU-PT-b.jpg

Kehadiran UU Pendidikan Tinggi yang baru saja disahkan oleh DPR pada beberapa waktu yang lalu menghadirkan kontroversi di banyak kalangan di Indonesia, utamanya di kalangan para akademisi. Tentu saja entitas yang paling menghasilkan beragam argumen tentang setuju dan tidak setuju adalah entitas terbesar di sektor pendidikan tinggi : mahasiswa. Secara langsung, kehadiran UU Pendidikan Tinggi ini memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupan pendidikan ribuan mahasiswa di Indonesia.

Maka sebenarnya ada apa di balik UU Pendidikan Tinggi ini?

Dalam Dekapan Ukhuwah


Salim A. Fillah



Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang salig mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita : sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji. (Prolog : Dua Telaga, Hal 13)

Membentuk Jiwa Pahlawan Indonesia dari Kampus




“Buat apa masuk kampus rakyat, kalau bukan untuk rakyat, apalagi enggan menyebut dirinya bagian dari rakyat!” –Muhammad Adi Nugroho, Wakil Ketua BEM UI 2011

Indonesia butuh pahlawan. Sosok negarawan yang tidak hanya memiliki intelektualitas yang tajam lagi semangat yang menginspirasi dan menggerakkan, namun juga yang terpenting : mereka yang memiliki jiwa yang terhubung dengan semangat masyarakat Indonesia bersama jerit penderitaannya.

Ramadhan Ini, Ramadhan Pertamaku Tanpa Keluarga*


Hari itu adalah hari yang panas di bulan Ramadhan. Aku tengah berjalan ketika tiba-tiba salam itu menyejukkan telingaku. “Assalamu’alaykum..”, lantunnya syahdu. Suaranya diiringi tepukan ringan yang mendarat di bahuku. Aku menoleh, menyadarkan dari lamunan panjangku tentang segalanya. Sedapat mungkin aku tersenyum.

 sumber : http://3.bp.blogspot.com/_TZJu1J0kAL8/SjZZYFJ2kQI/AAAAAAAAAIU/k1s85O89FgE/s320/Sedih1.jpg

“Wa’alaykumussalam Warahmatullah..”

Selasa, 17 April 2012

Ia Tidak Mati.. Ia Hidup Dalam Karyanya yang Abadi..

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." (QS Al-Ankabut : 57)



Mentari hari ini tampak tengah bersembunyi di balik gagahnya awan yang agak kelabu. Entah apa maksudnya. Apakah ia tengah malu, ataukah alam tengah ingin menunjukkan kesedihannya. Tapi yang pasti, hari ini tidak begitu cerah. Tidak seperti Depok pada hari biasanya dengan semangat mentari yang menyengat serta gelora langit yang cerah.

Baru saja beberapa hari yang lalu masyarakat FISIP dilanda kesedihan. Duka yang mendalam karena salah satu insan pengajar terbaiknya tiada. Ibu Suwantji Sisworahardjo, salah satu dosen terbaik dan pendiri jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial di FISIP UI, menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya. Memang saya tidak sempat menggali ilmu dari beliau. Saya tidak sempat menjadi mahasiswanya di kelas. Tapi beberapa kisah tentang beliau sudah sempat saya dengar.

Sabtu, 07 April 2012

Kemudian, Ia Kembali...

“Bagaimana dengan keluargamu?” tanyaku dengan penuh semangat seraya merapikan jilbab yang menari-nari diterpa angin pantai yang cukup kencang. Akan tetapi perempuan cantik yang ada di hadapanku terdiam dengan senyumnya. Ada gurat kelelahan di wajahnya, membuat senyumnya seolah dipaksakan. Entah itu apa maksudnya.



 “Aku belum menikah, Ra..” jawabnya kelu yang membuat semangatku tadi berubah menjadi sorot pilu.  Ternyata memang sudah sejauh itu dia menentukan langkahnya. Ah, teringat masa-masa kami bersama dulu. Masa-masa Mahasiswa yang penuh dengan semangat bergerak untuk perubahan. Penuh dengan pertarungan idealisme, namun juga dengan tawa persahabatan.

Laporan Kegiatan BSCYP 2012 di Bangkok :D


Ini laporan perjalanan selama di Bangkok versi resminya. Versi timeline yang disetor ke Pemda DKI. Jadi agak-agak formal gimana gitu.. Hehehe..
Tapi cukup menarik kok.. :D
Yang versi point-point menariknya nyusul yaa.. Sementara, check this out dulu deh guys! Hehehe..