Minggu, 11 November 2012

Inspirasi Gerakan Indonesia Mengajar


“Tujuan dari pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia” – Muhammad Hatta

http://4.bp.blogspot.com/-LLOi4InNQR8/T6ix54KThPI/AAAAAAAACHM/p7i0-wqUS-w/s1600/Gerakan+Indonesia+Mengajar.jpg


Beberapa bulan ke belakang, diberangkatkan sekitar 72 pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengabdikan dirinya ke berbagai pelosok di Indonesia. Gerakan Indonesia Mengajar, sebuah gerakan sosial yang cukup menjadi fenomena di dunia pendidikan hari ini. Gerakan Indonesia Mengajar merupakan sebuah karya besar yang kaya akan inspirasi. Di sisi lain, dengan kondisi pendidikan Indonesia hari ini, Gerakan Indonesia Mengajar merupakan sebuah tamparan bagi pemegang sistem pendidikan di Indonesia.

Gerakan Indonesia Mengajar merupakan satu jawaban sederhana atas kebutuhan sumber daya pendidik di daerah-daerah terpencil di Indonesia. GIM mengambil spesifikasi gerakan di dunia pendidikan. Kita semua mengetahui bahwa pendidikan merupakan kebutuhan mendasar untuk memanusiakan manusia, sebagaimana yang diucapkan oleh proklamator kita Bung Hatta.  Memanusiakan manusia di sini maksudnya memberitahu masyarakat tentang apa yang bisa mereka lakukan. Memberi bekal bagi potensi-potensi Indonesia di masa depan.



Indonesia memang sebuah negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. Tak seorangpun meragukan hal tersebut. Namun lagi-lagi, dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang mampu memahami kekayaan tersebut. Sumber daya manusia yang mampu memahami dan menggerakkan potensi-potensi tersebut untuk menjadi kekuatan bagi Indonesia.

Orang besar terkadang tidak lebih hebat dari gurunya, karena gurunya dapat menghasilkan orang sebesar dia. Gerakan Indonesia Mengajar merupakan satu konsep yang menjadi secercah cahaya di tengah redupnya kondisi pendidikan di Indonesia.

Satu sudut pandang lain yang dapat kita gunakan untuk melihat gerakan ini adalah bahwa gerakan ini merupakan sindiran besar bagi pemegang wewenang sistem pendidikan Indonesia saat ini. Gerakan Indonesia Mengajar memberikan satu pintu untuk berkontribusi kepada bangsanya, namun juga menjanjikan feedback yang baik bagi para volunteer-nya.

Tamparan Bagi Penguasa Pendidikan
Satu pertanyaan mendasar, kenapa GIM bisa menarik? Padahal dia bersifat sukarela dan bahkan ditempatkan di tempat-tempat terdepan di Indonesia. Jauh dari pusat keramaian di kota. Mengajar orang-orang yang bisa dibilang memiliki input pengetahuan yang kurang jauh dari orang-orang kota. Dengan fasilitas hidup yang pas-pasan, bahkan kurang. Tapi ia tetap menarik. Sedikitnya ratusan pemuda mendaftarkan dirinya sebagai volunteer di kegiatan GIM ini. Kenapa?

Keseriusan. Ya, satu kata sederhana yang mengandung makna fundamental tentang kerja-kerja. Apapun itu. Keseriusan yang terjadi sebagai respon dari kegelisahan hati yang melihat satu permaslaahan tertentu. Dalam hal ini, pendidikan.

Gerakan Indonesia Mengajar sebenarnya menjadi tamparan bagi pemerintah, yang seyogyanya menjadi fasilitator utama bagi tersedianya pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Gerakan inspiratif ini harusnya dapat dijawab oleh pemerintah dengan mengoptimalisasikan perannya dalam permasalahan yang sama.

Gerakan Indonesia Mengajar mampu menghasilkan guru-guru yang ikhlas untuk memberikan yang terbaik darinya, untuk Indonesia. Jika coba kita perhatikan dengan nasib guru-guru pegawai pemerintah di Indonesia tentu akan tampak berbeda. Kita masih harus mengelus dada kita karena perlakuan yang didapatkan oleh para guru kita di Indonesia.

Inspirasi yang Menggerakkan
Di sisi lain, Gerakan Indonesia Mengajar menjadi satu fenomena tersendiri bagi orang-orang yang peduli terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Gelombang inspirasi dari Gerakan Indonesia Mengajar sudah menyebar kemana-mana, bahkan menjadi patron bagi gerakan-gerakan serupa dari berbagai Instansi.

BEM Universitas Indonesia hari ini sudah memiliki program Gerakan UI Mengajar, begitupun halnya di UGM yang sudah meluncurkan Gerakan UGM Mengajar. Di Aceh, hadir juga Gerakan Aceh Mengajar. Beberapa organisasi massa juga meluncurkan gerakan-gerakan serupa untuk dunia pendidikan. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) juga baru saja meluncurkan Gerakan KAMMI Mengajar. Satu fenomena yang sangat menarik untuk diperhatikan. Gerakan Indonesia Mengajar benar-benar telah menyebarkan virus inspirasi untuk bergerak.

Dunia kini bergerak dengan cara yang lebih kreatif. Kritik-kritik terhadap pemerintah tidak hanya dilakukan dengan teguran langsung turun aksi dan berunjuk rasa kepada pemerintah, tapi juga lewat cara-cara solutif yang dilakukan. Metodenya berbeda, tapi pada akhirnya sama saja : apakah pemerintah terketuk hatinya untuk mulai melakukan cara-cara kreatif pula untuk menjawab kritik-kritik sosial yang bertebaran di masyarakat tersebut? Kita tunggu saja, pasti bisa!

1 comments:

Sahabat Seo mengatakan...

artikel yang penuh dengan inspirasi, sukses terus

Posting Komentar