Senin, 12 November 2012

Proyek Masa Depan Antikorupsi


http://3.bp.blogspot.com/_e14rDYWl20U/TMDtXx9aU7I/AAAAAAAAAHg/syFEfVYaVJk/s1600/Kepalan+tangan+syahid+mappaladeng.jpg

Menghancurkan sebuah budaya yang sudah tertanam dalam masyarakat bukanlah hal yang mudah, terlebih menanamkan nilai baru bagi masyarakat. Ini akan menjadi sama sulitnya seperti memaksa masyarakat Indonesia untuk tidak memakan nasi. Bahkan bisa jadi jauh lebih sulit. Penanaman nilai serta budaya sosial yang terjadi di masyarakat harusnya tertanam semenjak kecil. Semenjak manusia masih menjadi kertas putih, yang tinggal diisi warna-warna serta goresan-goresannya.

Sedikit keluar dari bahasan, kita semua tentu mengetahui Gerakan Indonesia Mengajar. Gerakan inspiratif yang mengambil lapangan di bidang pendidikan Indonesia. Mereka memiliki dua visi besar : menyalurkan tenaga pendidik ke daerah-daerah terdepan Indonesia, serta membina jiwa kepemimpinan bagi setiap pesertanya. Penyaluran guru-guru ke daerah terpencil sudah dilaksanakan sejak pemerintah era orde baru, tapi hanya sedikit saja yang meminatinya. Tapi mengapa kemudian gerakan ini menjadi satu fenomena yang menarik, terutama bagi para mahasiswa?

Ya. Visi kedua adalah salah satu jawabannya. Membina jiwa kepemimpinan para pesertanya. Feedback ternyata menjadi salah satu faktor penting dalam gerakan-gerakan sosial era kontemporer ini. Inti dari fenomena Gerakan Indonesia Mengajar adalah  bagaimana membuat kontribusi yang dahulunya dienggani oleh mahasiswa menjadi sesuatu yang menyenangkan dan sangat diminati oleh mahasiswa. Make your contribution is something cool.

Jika aku menjadi ketua KPK, optimalisasi yang akan kulakukan adalah membuat gerakan antikorupsi menjadi sesuatu yang keren. Tujuannya adalah menghancurkan nilai lama dan membentuk trend baru bahwa antikorupsi adalah sesuatu yang keren!

0 comments:

Posting Komentar