Kamis, 10 Januari 2013

Semangat Masyarakat, Perbaikan PSSI


“… Masyarakat boleh membenci PSSI  dan KPSI… Tapi, jangan membenci timnas…” –Andik Vermansyah, dalam wawancara bersama Stasiun TV RCTI

http://sin.stb.s-msn.com/i/35/C5DE642896306F35A8B5B4123661B.jpg

Desah kekecewaan mungkin lahir dari jutaan pasang mata yang bersama-sama menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Malaysia beberapa waktu ke belakang. Dua gol tanpa balas, adalah salah satu alasan kekecewaan itu hadir. Indonesia, untuk ke sekian kalinya, harus mengubur ambisi untuk menjuarai kompetisi sepakbola antarnegara di Asia Tenggara tersebut.


Entah kenapa, gelora AFF di tahun ini tidak sedahsyat gelora semangat yang dirasakan pada gelaran-gelaran sebelumnya, terlebih pada tahun 2010 ketika Indonesia menjadi tuan rumah dan berhasil melaju hingga ke babak final. Semangat satu Indonesia tidak begitu terasa ketika Piala AFF tahun ini diselenggarakan di negeri tetangga, Malaysia. Satu indikasi yang mungkin bisa menjadi evaluasi bagi kondisi persepakbolaan Indonesia.

Ada yang salah dengan semua ini. Gelaran Piala AFF yang biasanya selalu mampu menjadi pemersatu bangsa, setidaknya untuk beberapa saat, semangatnya mulai meredup di tahun ini. Kekecewaan masyarakat terhadap kondisi persepakbolaan di Indonesia yang tidak jelas bisa jadi menyebabkan hal tersebut terjadi. Mungkin puncaknya adalah ketika kemudian tidak semua pemain terbaik negeri ini bisa membela timnas di gelaran ini. Pemain yang merumput di ISL tidak bisa membela timnas dalam AFF ini.

Puncak kekecewaan ini adalah akumulasi dari kekecewaan-kekecewaan sebelumnya tentang ketidakjelasan kondisi persepakbolaan di Indonesia. Indikasi sepinya animo masyarakat tentang timnas sebenarnya mulai terlihat dalam beberapa pertandingan persahabatan dengan klub-klub besar di dunia yang bertandang ke Indonesia. Dalam beberapa pertandingan tersebut, tidak seperti pertandingan timnas yang biasanya, penonton tidak memenuhi Stadion GBK.

Satu sisi, benar adanya bahwa semua keterbatasan tersebut sangat harus diperbaiki. Wajar memang masyarakat kecewa ketika ada banyak ketidakjelasan dengan kondisi persepakbolaan Indonesia. Tapi testimoni dari Andik Vermansyah, salah seorang bintang Indonesia, ada benarnya juga. “… tapi jangan benci Timnas…”, demikian ucapnya.

Mari kembalikan semangat membela perjuangan Timnas untuk nama bangsa kita. Tidak ada alasan kita untuk membenci Timnas, karena setiap keringat yang keluar dari tubuh letih mereka dipersembahkan untuk kebanggaan bangsa kita. Di satu sisi, semua pelajaran berharga ini seharusnya menjadi sebuah pemicu perubahan di tubuh PSSI dan KPSI, untuk satu tujuan sederhana : kebaikan bagi Persepakbolaan Indonesia. Bravo!

Muhammad Fathan Mubina
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia
Peserta PPSDMS Nurul Fikri

0 comments:

Posting Komentar